Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Dalam 5 tahun terakhir, jumlah dana yang berhasil dihimpun berbagai perusahaan dari pasar modal, baik melalui penerbitan saham maupun obligasi korporasi, nilainya mencapai Rp.595 triliun.
Sementara itu nilai kapitalisasinya hingga awal bulan ini hampir mencapai Rp 5.000 triliun. Hal tersebut meningkat lebih dari 60% dalam 5 tahun terakhir ini, sekaligus menunjukkan peningkatan peran pasar modal dalam memenuhi kebutuhan pendanaan bagi banyak perusahaan di Indonesia.
Demikian disampaikan Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan, Muliaman Hadad dalam sambutannya pada acara Peringatan 38 Tahun Diaktifkannya Kembali Pasar Modal Indonesia, di Bursa Efek Indonesia, Senin, 10 Agustus 2015.
" Pasar modal Indonesia tumbuh dan berkembang menjadi salah satu alternatif penting sumber pembiayaan jangka panjang bagi berbagai perusahaan, di tengah terbatasnya pembiayaan dari sektor perbankan," ujarnya.
Melihat fenomena ini, Muliaman menyampaikan OJK akan mendorong agar berbagai perusahaan, baik domestik, BUMN dan non BUMN, maupun asing yang beroperasi di Indonesia bisa memanfaatkan pasar modal Indonesia sebagai tempat untuk memobilisasi dana investasi baik dari dalam maupun luarn negeri.
" Kita buka kesempatan seluas-luasnya kepada investor domestik (institusi dan retail) untuk menjadi pemegang saham dari berbagai perusahaan dimaksud," paparnya.
Sementara itu, lanjutnya, OJK juga terus mendorong peningkatan jumlah investor (pemodal) domestik, baik yang retail dan institusi, khususnya industri keuangan non bank (asuransi dan dana pensiun).
" Selain mendorong mereka meningkatkan portofolio investasi, kami juga mendorong mereka untuk Go-Public memanfaatkan sumber pendanaan jangka panjang dari pasar modal," tambah Muliaman.
Lebih lanjut, Muliaman menyatakan OJK juga mendorong, sekaligus membuka kesempatan kepada perusahaan-perusahaan kecil dan menengah untuk menggalang dana jangka panjang di pasar modal.
" Insya Allah dalam waktu yang tidak terlalu lama pedoman dan petunjuk teknis bagi perusahaan kecil dan menegah yang akan Go-Public sudah bisa disiapkan," pungkasnya.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya