Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi Perumahan. (Foto: Merdeka.com)
Dream – PT BNI Syariah optimistis penyaluran pembiayaan pemilikan rumah syariah akan membaik pada kuartal II 2017. Bank syariah ini juga yakin target pembiayaan tersebut dapat tercapai pada semester I tahun.
Direktur Bisnis Konsumer BNI Syariah, Dhias Widiyanti, mengatakan saat ini pertumbuhan bisnis perumahan memang terlihat melambat. Terlebih untuk apartemen dan rumah segmen menengah ke atas.
Menurut dia, konsumen kelas menengah ke atas menahan diri untuk berbelanja properti. Ditambah lagi, kebijakan loan to value (LTV) untuk rumah kedua dan selanjutnya belum terlalu longgar serta marjin belum mampu mendongkrak investasi.
Meski demikian, lanjut Dhias, pasar rumah murah dengan harga di bawah Rp300 juta, masih bergairah. " Terutama FLPP (fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan),” kata Dhias ketika dihubungi Dream, ditulis Selasa 18 April 2017.
Dhias mengatakan pembiayaan perumahan syariah BNI menyasar rumah segmen menengah pada kisaran harga Rp300 juta hingga Rp1 miliar. Banyak rumah pada segmen ini terbeli untuk rumah pertama.
“ Diharapkan dalam triwulan II ini, kondisinya terus membaik, terutama untuk segmen rumah di bawah Rp1 miliar karena rumah-rumah tersebut umumnya dibeli oleh masyarakat sebagai rumah pertama,” kata dia.
Dhias mencatat, pada triwulan I 2017, penyaluran pembiayaan pemilikan rumah syariah tumbuh sebesar Rp389,23 miliar. Dia pun optimistis target penyaluran tersebut pada semester I 2017 bisa tercapai.
“ Target pertumbuhannya Rp1,6 triliun sampai akhir tahun ini. Kami berusaha pada semester pada semester I 2017 setidaknya target proporsional dapat tercapai. Target aspiratif (untuk semester I, pertumbuhan griya sebesar) Rp800 miliar nett growth,” kata dia.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya