Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan
Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?
10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah
Color Analysis, Cara Memilih Warna Pakaian agar Penampilan Lebih Menonjol
8 Kebiasaan yang Diam-Diam Bisa Merusak Kesehatan Jantung Menurut Ahli
5 Negara Paling Beragam Secara Etnis di Dunia, Nomor 1 Punya Lebih dari 800 Bahasa
8 Kombinasi Makanan yang Bisa Membantu Tubuh Menyerap Lebih Banyak Nutrisi
5 Kebiasaan Setelah Makan Malam yang Bisa Membantu Menjaga Gula Darah Semalaman
Seorang Pria Berdiri Di Papan Perdagangan Bursa Efek Indonesia.
Dream - Dua indeks acuan saham syariah di Bursa Efek Indonesia (BEI) gagal kembali ke jalur positif. Investor yang cenderung wait and see dengan sentimen regional dan Pilkada DKI membuat saham-saham syariah berguguran.
Pada penutupan perdagangan harian BEI, Jakarta, Senin, 17 Apil 2017, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) melemah 1,275 poin (0,70%) ke level 180,713. Semula, ISSI dibuka menguat di level 182,322 dan sempat menyentuh level tertinggi di angka 182,388.
Laju pelemahan juga melanda indeks keping biru syariah, Jakarta Islamic Index (JII). Indeks JII melemah 7,851 poin (1,09%) ke level 713,847.
Pada awalnya, indeks JII bergerak menguat di level 723,686. Namun tekanan jual memaksa JII melaju di zona merah hingga perdagangan berakhir. Indeks JII hanya sempat menyentuh level tertinggi di angka 723,914.
Meski secara volume mengalami peningkatan, nilai transaksi perdagangan saham syariah di awal pekan ini justru menurun. Dengan 67,98 juta saham yang berpindahtangan, nilai transaksi perdagangan saham ISSI mencapai Rp 3,46 triliun.
Di saat pemodal lokal melakukan aksi jual, investor asing kali ini justru berburu saham-saham syariah. Asing mencetak nett buy hingga Rp 667 miliar, naik hampir dua kali lipat dari perdagangan akhir pekan lalu.
Sepanjang perdagangan, sebagian besar kinerja indeks sektoral memerah. Indeks infrastruktur dan keuangan terkoreksi paling dalam. Masing-masing pelemahannya sebesar 1,45 persen dan 1,28 persen.
Penguatan tiga indeks--pertanian, pertambangan, dan barang konsumsi--tidak mampu menahan laju pelemahan perdagangan.
Emiten-emiten bluechip syariah top gainer favorit investor adalah PTBA yang harga sahamnya naik Rp325, INTP Rp150, dan ICBP Rp25.
Sebaliknya, yang menjadi top loser adalah UNTR yang harga sahamnya turun Rp925, ASII Rp125, PTPP Rp110, LPPPF Rp100, dan TLKM Rp80.
Dari pasar uang, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS ditutup menguat 6 poin (0,05%) ke level Rp13.274 per dolar AS.(Sah)
Advertisement
Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI

Tandyo Budi Revita: Petarung dari Pajang di Pucuk TNI AD

Limbah Makanan di Indonesia Sangat Tinggi, Pastikan Lakukan 5 Hal Ini di Rumah


5 Kebiasaan Setelah Makan Malam yang Bisa Membantu Menjaga Gula Darah Semalaman

8 Kombinasi Makanan yang Bisa Membantu Tubuh Menyerap Lebih Banyak Nutrisi

5 Negara Paling Beragam Secara Etnis di Dunia, Nomor 1 Punya Lebih dari 800 Bahasa

8 Kebiasaan yang Diam-Diam Bisa Merusak Kesehatan Jantung Menurut Ahli

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah