Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati.
Dream – Menata perasaan tidak hanya berlaku dalam hubungan asmara. Tak percaya? Coba tanyakan pada Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati.
Mantan direktur Bank Dunia ini mengatakan mengelola ekonomi sama seperti memelihat hubungan percintaan.
“ Ada supply dan demand,” kata Sri Mulyani saat memberikan kuliah umum tentang perekonomian global dan Indonesia di Sekolah Tinggi Administrasi Negara (STAN), Jakarta, Senin, 17 April 2017, dilansir dari Merdeka.com.
Sri Mulyani menjelaskan, ekonomi bergerak berdasarkan hukum permintaan dan penawaran. Harga barang akan tinggi jika produksinya lebih kecil daripada pemintaan. Sebaliknya, harga barang akan semakin rendah jika produksinya lebih besar daripada permintaan.
Mantan petinggi Bank Dunia ini pun menganalogikan dengan pacaran. Menurut dia, memberikan perhatian kepada ekonomi tidak perlu berlebihan seperti orang yang memadu kasih.
“ Kasih perhatian jangan berlebihan. Atau, kalau naksir, jangan terlalu obral. Nanti harga dirinya jatuh,” kata dia disambut gelak tawa peserta kuliah umum.
Selain itu, Sri Mulyani juga menjelaskan pertumbuhan ekonomi juga bergantung kepada sejumlah faktor, yaitu konsumsi, investasi, perdagangan luar negeri, dan pemerintah. Konsumsi dan investasi adalah dua faktor terbesar yang menggerakkan permintaan di Indonesia.
“ Ekonomi akan sehat jika demand meningkat. Daya beli masyarakat terjaga. Korporasi juga begitu, akan menambah investasi jika confidence-nya terhadap perekonomian Indonesia meningkat,” kata dia.(Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya