Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Banyak Orang Yang Berpikir Memiliki Bayi Membuat Pengeluaran Lebih Banyak.
Dream – Jika berpikir memiliki bayi akan membuat pengeluaran semakin lebih tinggi, Sahabat Dream tidak sendirian. Generasi milenial mulai banyak yang berpikir demikian.
Dilansir dari Go Girl Finance, Sabtu 15 April 2017, sebuah laporan dari Urban Institute mengatakan kaum hawa generasi milenial lebih lama memiliki anak daripada generasi sebelumnya. Banyak pakar yang percaya keuangan menjadi salah satu alasan terbesar mereka tidak mau terburu-buru punya anak.
Padahal, memiliki bayi tidak berarti membuat seseorang menjadi lebih boros. Menabung pun masih tetap dilakukan. Hanya, caranya berbeda. Go Girl Finance mendaftar lima cara menabung yang cukup unik untuk pasangan yang memiliki bayi.
Untuk catatan, kasus yang dipakai sebagai ilustrasi ini menggunakan gambaran pengeluaran warga di Amerika Serikat (AS). Namun tips yang diberikan bisa saja Sahabat Dream terapkan.
Pertama, membeli popok kain. Yup, popok kain lebih hemat daripada popok sekali pakai. Tengok saja kasus di Amerika Serikat. Menurut BabyCenter, setiap tahunnya, anggaran yang dikeluarkan untuk membeli popok bayi sekali pakai sebesar US$1.500-US$2.500 (Rp19,86 juta-Rp33,14 juta).
Kalau membeli popok kain, biaya yang dikeluarkan hanyalah US$300-US$500 (Rp3,97 juta-Rp6,62 juta) atau bisa lebih murah. Lagipula popok kain juga bisa diwariskan kepada anak berikutnya. Jadi, uang pun bisa dihemat.
Kedua, perawatan harian. Berapa biaya penitipan anak di pusat penitipan anak yang Sahabat Dream keluarkan? Di AS, sebuah keluarga bisa merogoh kocek sampai sampai US$1.500 (Rp19,68 juta) per bulan. Jika ingin ngirit, orang tua bisa menyewa penitipan anak di rumah. Biayanya pun setengah harga daripada di pusat penitipan anak, yaitu sebesar US$500-US$750 (Rp6,62 juta-Rp9,73 juta) per bulan.
Ketiga, membeli barang bekas. Tidak jarang orang tua baru membelikan semua yang terbaik bagi anak pertamanya, padahal tindakan ini bisa membuat kantong jebol. Jika ingin mengencangkan ikat pinggang, orang tua bisa membeli barang-barang seken. Misalnya ayunan dan boks bayi bekas dijual lebih murah 30-70 persen dari harga ritel.
Keempat, pastikan barang-barang yang dibeli bisa digunakan untuk bayi lelaki dan perempuan, misalnya warnanya netral.
Kelima, membeli saat diskon. Nah, yang ini tidak kalah pentingnya. Salah satu cara berhemat ketika memiliki bayi adalah mmebeli keperluannya ketika ada sale. Bisa juga membeli dengan kupon diskon atau voucher belanja. Dengan semuanya itu, lembaran-lembaran rupiah bisa disimpan untuk kebutuhan lainnya.(Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya