Laut Naik 56 Cm pada 2100, 770 Juta Orang Terancam: Bukan Cuma Pantai yang Bisa Hilang
Cinta Laura Ajak Anak Muda Mulai Sustainability dari Langkah Kecil
Tak Perlu Trial and Error Pilih Susu Formula Anak, Cukup Scan & Check AceKid Sumber Susunya Transparan
Golkar Putuskan Prabowo Capres 2029, Bagaimana Nasib Gibran?
Sampah Dibakar, Mikroplastik di Udara Mengintai
Rute Kereta Terpanjang yang Bisa Ditempuh dalam Sekali Jalan, Tembus 10.000 Kilometer Lebih
Punya Rumah atau Masih Menyewa, Ketahui Mana yang Lebih Memengaruhi Kebahagiaan
Terjaga Setelah Tengah Malam Bisa Mengubah Cara Otak Bekerja, Ini Penjelasan Ilmuwan
Pameran Produk Halal Di Malaysia International Halal Showcase (MIHAS), Kuala Lumpur, Malaysia. (Foto: Mihas.com.my)
Dream – Kabar baik bagi para pengusaha Usaha Kecil dan Menengah (UKM) di Indonesia. Kementerian Koperasi dan UKM menilai produk pengusaha kecil berpotensi mengisi pasar halal dunia yang terus meningkat.
Dengan perkiraan jumlah populasi Muslim dunia pada tahun 2030 yang bakal meningkat pesar. Indonesia sebagai negara muslim terbesar di dunia berpotensi mengekspor produk halalnya ke pasar global. Salah satu yang berpotensi mengisinya adalah para UKM>
“ Peningkatan populasi Muslim di Indonesia dan daerah lain ASEAN merupakan sebuah peluang yang cukup besar bagi produsen produk halal,” kata Deputi Bidang Produksi dan Pemasaran Kementerian Koperasi dan UKM, I Wayan Dipta, dikutip dalam keterangan tertulis yang diterima Dream, Kamis 13 April 2017.
Merujuk data data Global State of Islamic Economic terbaru, nilai perdagangan produk halal diprediksi mencapai US$3,7 triliun (Rp49.054,11 triliun) pada tahun 2019.
Sementara lembaga survei, Pew Research Center’s Forum on Religion and Public Life, memproyeksikan total penduduk Muslim dunia meningkat dari 1,6 miliar jiwa pada tahun 2010 menjadi 2,2 miliar pada tahun 2030.
Wilayah konsumen utama dari produk halal tetap berada di Indonesia karena 90 persen dari 250 juta penduduknya adalah Muslim.
Wayan yakin, produk halal Indonesia akan bertumbuh jika didorong promosi, pemasaran serta pengembangan yang terencana baik. Salah satu upaya yang ditempuh Kementerian Koperasi dan UKM adalah mengikuti pameran Malaysia International Halal Showcase (MIHAS) untuk memperluas pasar dan ekspor produk halal unggulan UKM di Indonesia.
Dalam pameran tersebut Kementerian Koperasi dan UKM memfasilitasi 28 UKM Indonesia dari kategori produk makanan dan minuman (mamin), herbal, wellness, untuk menampilkan produknya. Mereka berasal dari DKI Jakarta, Nusa Tenggara Barat, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Lampung.
“ Partisipasi Kementerian Koperasi dan UKM pada pameran MIHAS telah berlangsung sejak tahun 2012 dan menunjukkan tren peningkatan positif untuk transaksi, baik ritel maupun order potensial,” kata dia.(Sah)
Advertisement

Apa Sebenarnya yang Memisahkan Satu Samudra dari Samudra Lain? Ternyata Tak Selalu Ada Garis Batas

Terjaga Setelah Tengah Malam Bisa Mengubah Cara Otak Bekerja, Ini Penjelasan Ilmuwan

Punya Rumah atau Masih Menyewa, Ketahui Mana yang Lebih Memengaruhi Kebahagiaan

Rute Kereta Terpanjang yang Bisa Ditempuh dalam Sekali Jalan, Tembus 10.000 Kilometer Lebih

Laut Naik 56 Cm pada 2100, 770 Juta Orang Terancam: Bukan Cuma Pantai yang Bisa Hilang

Cinta Laura Ajak Anak Muda Mulai Sustainability dari Langkah Kecil
