Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Indeks ISSI Dan JII Melemah Saat Penutupan Perdagangan Hari Ini, Kamis 13 April 2017.
Dream - Indeks syariah kembali berbalik melemah jelang libur panjang akhir pekan. Sentimen negatif dari koreksi bursa regional serta melemahnya harga komoditas utama dunia membuat pelaku pasar memilih menghindar dari lantai bursa.
Pemodal asing yang melakukan aksi jual saham pada emiten bluechips syariah menambah tekanan pada laju indeks Jakarta Islamic Index (JII).
Pada penutupan perdagangan harian Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Kamis 13 April 2017, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI), melemah 0,835 poin (0,46%) ke level 181,988.
Indeks ISSI gagal mempertahankan kinerjanya meski sempat menguat di pembukaan perdagangan di level 182,951. Indeks ini juga sempat menyentuh level tertinggi di 183,206.
Hal yang sama dialami indeks bluechip syariah, JII,yang terkoreksi 4,868 poin (0,67%) ke level 721,698. JII yang bergerak fluktuatif ini dibuka menguat di level 727,168 namun berbalik merosot ke zona merah.
Transaksi perdagangan saham syariah kali ini mencapai Rp 3,87 triliun dengan 65,45 juta saham berpindahtangan. Aksi beli hanya bisa mengangkat 90 emiten ISSI ke zona positif sementara 115 lainnya terpuruk di teritori merah.
Pemodal asing yang kemarin sempat meningkatkan aksi belinya justru mengurangi portofolionya. Nett buy asing pada saham ISSI mencapai Rp 381 miliar, turun separuhnya dari perdagangan kemarin.
Sementara di jajaran bluechips syariah, asing justru mencatat aksi jual beli. Nett sell asing kali ini mencapai Rp 64 miliar.
Sepanjang perdagangan, sebagian besar indeks sektoral " kebakaran" . Koreksi tertinggi terjadi pada indeks perdagangan sebesar 0,89 persen dan industri aneka 0,80 persen.
Penguatan indeks pertambangan sebesar 0,54 persen dan properti 0,10 persen tidak cukup kuat menahan aksi jual investor.
Emiten-emiten bluechip syariah pencetak top gainer hari ini adalah PTBA yang harga sahamnya berbalik menguat Rp 525, AKRA Rp 150, PTPP Rp 90, MIKA Rp 40, dan WSKT Rp 30.
Sebaliknya, emiten-emiten keping biru syariah top loser hari ini adalah UNTR Rp850, LPPF Rp425, UNVR Rp150, SMGR Rp100, dan ASII Rp75.
Dari pasar uang, nilai tukar rupiah menguat tipis sebesar 3 poin (0,02%) ke level Rp13.269 per dolar AS.(Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya