Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Ada "mitos" Tentang Uang Yang Dikhawatirkan Bisa Membuat Orang Menjadi Boros.
Dream – Masalah uang tidak ada habis-habisnya jika dibicarakan. Terlebih, jika membicarakan mitos hal-hal yang membuat orang menjadi lebih boros.
Dilansir dari Business Insider, Kamis 6 April 2017, banyak orang yang menganggap beberapa hal bisa membahayakan kantong. Nyatanya hal itu sama sekali tidak--jika dilakukan dengan benar.
Pertama, memiliki banyak kartu kredit. Punya banyak kartu kredit sebenarnya salah satu langkah baik untuk mengelola uang. Namun, banyak yang khawatir tidak mampu membayar semua tagihan kartu kredit. Perlu diingat, kartu kredit tidak akan membawa masalah apa pun jika pemilik kartu kredit sanggup membayar lunas semua tagihannya.
Kedua, menomorduakan pembayaran utang berbunga kecil—mereka berpikir pembayaran utang berbunga kecil akan membuat orang menjadi boros, Memang, ada petuah bijak yang menyebutkan dahulukan pembayaran utang berbunga besar daripada yang berbunga kecil.
Tapi, peneliti Harvard Business Review menunjukkan sebaliknya. Salah satu pakar Harvard Business Review, Remi Trudel, mengatakan pembayaran utang berbunga kecil justru memiliki dampak psikologis yang cukup besar bagi orang-orang.
“(Jika utang berbunga kecil telah lunas), orang-orang akan termovitasi untuk melunasi utang-utangnya yang lain (dan utang yang berbunga lebih besar),” kata Trudel.
Ketiga, memisahkan keuangan dari pasangan. Salah satu hal yang paling penting dibicarakan sebelum menikah adalah pembahasan uang, misalnya prinsip hidup pasangan tentang uang, jumlah uang yang ditabung, dan investasi. Keputusan untuk tetap memisahkan keuangan dari pasangan sebenarnya tidak masalah sepanjang Anda tidak menyembunyikan sesuatu dari pasangan.
Keempat, menyewa rumah daripada membeli. Ya, tidak ada salahnya menyewa rumah jika tidak sanggup membelinya. Memang, banyak pakar keuangan yang mengatakan properti bisa menjadi jangka panjang, namun menyewa rumah bisa memberikan banyak pilihan. Anak muda biasanya meremehkan sewa rumah. Padahal dengan sewa rumah, penyewa tidak perlu membayar pajak properti, bunga KPR, atau biaya perawatan.
Kelima, berbelanja tanpa anggaran. Anggaran bisa menjadi alat yang bermanfaat bagi sebagian orang, terutama bagi mereka yang boros. Tapi, ingat, anggaran tidak bekerja sepenuhnya bagi semua orang. Pembuatan bujet anggaran tidak akan berpengaruh kepada mereka yang keras terhadap uang.
“Orang-orang akan mencoba dan membuat anggaran. Lalu, dua tiga bulan kemudian, mereka akan membencinya,” kata penulis buku, David Bach.
Bagaimana menurut Sahabat Dream? Sekadar mitos atau tetap harus dihindari? (Sah)
Advertisement

Benarkah Kecerdasan Manusia Menurun? Studi Ungkap Tren Mengkhawatirkan Sejak 2012

Mengapa Anak Suka Makan Upil? Sains Punya Penjelasan di Balik Kebiasaan Ini

Kurang Tidur Bisa Ganggu Gula Darah dan Kesehatan Jantung, Olahraga 10–15 Menit Ini Bisa Membantu

Sering Buang Angin Tanpa Sebab Jelas? Kebiasaan Mengunyah Permen Karet Bisa Jadi Pemicunya

IHSG Lanjutan Menguat ke Level 5.387, Saham Bank Pelat Merah Bermekaran

Teori Lipstik: Mengapa Penjualan Lipstik Mewah Bisa Meningkat Saat Ekonomi Memburuk?

Suka Camilan Gurih Dan Renyah? Ini Pilihan Untuk Temani Aktivitas Sehari-hari