Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Wakil Presiden Boediono
Dream - Wakil Presiden Boediono meminta agar negara yang tergabung dalam Organisasi Kerja sama Negara-negara Islam (OKI) dapat mengembangkan pariwisata syariah. Pasalnya, hal ini mampu meningkatkan kesejahteraan rakyat di negara yang bersangkutan.
" Pariwisata dapat memberi kontribusi signifikan pada pembangunan ekonomi dan pengurangan kemiskinan. Termasuk di negara-negara yang tidak dikaruniai sumber daya alam," kata Boediono saat membuka Seminar " Islamic Tourism: The Prospects and Challenges" , Senin 2 Juni 2014.
Menurut Boediono, peningkatan kerjasama pariwisata antar negara muslim ini dapat mendorong pertumbuhan ekonomi. Apalagi saat ini penduduk muslim sekitar 24 persen dari jumlah populasi dunia.
" Kita perlu arus wisatawan antar negara anggota OKI, dan perlu lebih aktif mempromosikan pariwisata syariah di forum-forum global," papar Boediono dalam seminar yang digelar OKI bersama Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.
Tahun lalu, tercatat 151,6 juta wisatawan mengunjungi negara-negara anggota OKI dengan nilai ekonomi mencapai USD 135,5 miliar. Jumlah wisatawan sebanyak itu setara dengan 15,2 persen dari total wisatawan dunia.
" Ke depan angka ini diperkirakan akan terus meningkat, seiring dengan kemajuan ekonomi negara berpenduduk muslim," kata Boediono.
Seminar tindak lanjut dari Forum Pertemuan Menteri-Menteri Pariwisata ke-8 OKI pada Desember 2013 di Gambia ini akan merumuskan standar wisata syariah.
" Kita menyadari potensi ini untuk dikelola oleh negara-negara OKI. Yang diperlukan adalah pengembangan konsep terpadu. Tidak hanya terbatas konsep wisata, tapi juga seluruh faktor pendukungnya," tandas Boediono. (Ism, Sumber: Merdeka.com)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya