Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Smartphone BlackBerry.
Dream – Siapa yang tidak kenal dengan BlackBerry? Smartphone yang sempat beken pada tahun 2000-an ini, dikabarkan akan bangkit dari keterpurukan setelah kalah bersaing dengan Ponsel berbasih Android dan iPhone.
Dilansir dari Phone Arena, Rabu 18 Oktober 2017, di bawah kepemimpinan John Chen, BlackBerry melakukan transformasi bisnis karena sadar kalah bersaing di pasar smartphone.
Perusahaan tersebut membisniskan lisensi software dan desain sehingga memungkinkan manufaktur seperti China TCL untuk mendesain, memproduksi, dan mempromosikan Blackberry.
Dengan lisensi ini, BlackBerry bisa mengantongi pendapatan bisnis lisensi sebesar US$56 juta (Rp757,03 miliar) dan meningkat hampir empat kali lipat dari dari tahun sebelumnya yang sebesar US$15 juta (Rp202,77 miliar).
Perusahaan asal Kanada ini juga menawarkan software keamanan untuk perbankan dan perusahaan agar terhindar dari serangan siber. BlackBerry juga memasok piranti lunak untuk industri otomotif berupa sistem hiburan. Tak hanya itu, mereka juga menawarkan aplikasi ponsel berbasis Android di Google Play Store.
Chen sukses menarik BlackBerry dari keterpurukan. Hal ini ditandai dari saham BlackBerry naik 66 persen di pasar dan perusahaan tersebut bisa menghasilkan uang.
" Kami telah menyelesaikan transformasi kami dan perusahaan ini. Saat ini, (kami) telah bangkit dari keterpurukan," kata Chen yang menggantikan Thorston Heinz sebagai CEO BlackBerry pada 2013.
(Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya