Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Presiden Joko Wdodo Saat Menyambut Raja Salman Di Istana Bogor (Antarafoto)
Dream - Presiden Joko Widodo membantah anggapan pihak yang menuding condong kepada investor dari negara barat dan China. Selama ini pemerintahnya selalu berusaha menyeimbangkan aliran investasi asing dari berbagai sumber, termasuk Timur Tengah.
" Saya mulai tiga tahun yang lalu untuk berkunjung dan pendekatan-pendekatan beberapa kali ke negara-negara di Timur Tengah,” kata Presiden Jokowi saat bersilaturahmi dengan Keluarga Besar Jamiyyah Persatuan Islam (Persis), di Bandung, Jawa Barat, Selasa, 17 Oktober 2017, dikutip dari laman Setkab.
Menurut Jokowi, pemerintah selama ini sudah melakukan pendekatan dengan tiga pemimpin negara utama Timur Tengah seperti Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz, Syeihh Tamim bin Hamad Al Thani dari Qatar, dan Sheikh Mohammed bin Zayed Al-Nahyan yang merupakan putera mahkota Uni Emirat Arab.
Beberapa negara Arab juga didekati pemerintah untuk mencari peluang investasi dari negara-negara tersebut.
Hasil dari pendekatan tersebut, lanjut presiden, Raja Salman berkomitmen menanamkan investasi dengan total nilai mencapai Rp 80 triliun. " Angka yang sangat besar sekali buat kita," kata Presiden.
Sementara Syekh Tamim dan Syekh Muhammad dijadwalkan akan mengadakan kunjungan balasan pada Desember mendatang.
Dengan beragam pendekatan yang dilakukannya, Jokowi menegaskan masuknya investasi dari berbagai negara akan menjadi lebih seimbang. Artinya, Indonesia takkan tergantung pada salah satu negara.
" Syukur-syukur beberapa negara datang ke sini, misalnya Raja Salman Rp80 triliun, besok Syekh Tamin keluar Rp500 triliun gitu," ujarnya.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya