Langkah Tepat Lindungi Kulit dari Paparan Sinar UV
6 Suplemen yang Mulai Perlu Diperhatikan Saat Memasuki Usia 40-an
Jalan Secepat Apa yang Bisa Bantu Panjang Umur? Peneliti Sebut Angka Idealnya
Air Dingin atau Suhu Ruang, Mana yang Lebih Baik untuk Kesehatan?
5 Buah yang Bisa Bantu Atasi Lemas dan Tambah Energi, Pisang Salah Satunya
Laut Naik 56 Cm pada 2100, 770 Juta Orang Terancam: Bukan Cuma Pantai yang Bisa Hilang
Cinta Laura Ajak Anak Muda Mulai Sustainability dari Langkah Kecil
Tak Perlu Trial and Error Pilih Susu Formula Anak, Cukup Scan & Check AceKid Sumber Susunya Transparan
Seorang Pria Berdiri Di Depan Papan Perdagangan Saham Yang Memerah.
Dream – Indeks syariah kurang bergairah pada perdagangan hari ini, Selasa 17 Oktober 2017. Indeks syariah `tiarap`. Aksi lepas saham mendominasi perdagangan bursa saham syariah setelah kemarin naik tajam jelang penutupan.
Saham-saham dari kelompok konglomerasi Astra International membuat indeks bluechips syariah tak kuasa bertahan di zona positif.
Pada penutupan perdagangan harian Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa, 17 Oktober 2017, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI), melemah 0.567 poin (0,305) ke level 185,593. ISSI sudah melemah sejak awal perdagangan setelah dibuka melemah di level 186,046. Namun ISSI masih bisa menembus zona hijau dengan menyentuh level tertinggi di 186,236.
Tekanan jual pada lebih dari separuh penghuni indeks indeks bluechip syariah, mendorong Jakarta Islamic Index (JII) terpangkas 1,908 poin (0,26%) ke level 739,749. Indeks ini mendekam seharian di zona merah dan menyentuh titik terendah di 735,556.
Transaksi perdagangan saham syariah juga menyusut tajam hingga separuhnya. Hingga sesi paska penutupan perdagangan, ISSI mencatat transaksi senilai Rp4,61 triliun dengan 37,1 juta saham berpindah tangan.
Aksi jual asing melonjak signifikan di perdagangan hari ini. Nett sell asing mencapai Rp1,03 triliun.
Pemodal memilih melepas saham-sahamnya di sektor industri dasar dan aneka yang masing-masing terkoreksi 0,37 persen dan 1,24 persen. Disusul dengan emiten sektor perdagangan yang melorot 0,6 persen.
Penguatan terjadi pada saham di sektor pertambangan yang naik 0,95 persen, barang konsumsi 0,82 persen, dan manufaktur 0,2 persen tak cukup kuat menopang laju perdagangan.
Emiten-emiten keping biru syariah yang mencetak top gainer dari sisi nilai adalah UNVR yang harga sahamnya naik Rp800, TPIA Rp275, ICBP Rp150, PTBA Rp100, dan ADRO Rp30.
Sebaliknya, top loser indeks JII dihuni oleh UNTR yang harga sahamnya turun Rp425,AALI Rp125, ASII Rp125, INCO Rp90, dan INDF Rp75.
Dari pasar uang, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS turun 21 poin (0,16%) ke level Rp13.497 per dolar AS.(Sah)
Advertisement

Apa Sebenarnya yang Memisahkan Satu Samudra dari Samudra Lain? Ternyata Tak Selalu Ada Garis Batas

Terjaga Setelah Tengah Malam Bisa Mengubah Cara Otak Bekerja, Ini Penjelasan Ilmuwan

Punya Rumah atau Masih Menyewa, Ketahui Mana yang Lebih Memengaruhi Kebahagiaan

Rute Kereta Terpanjang yang Bisa Ditempuh dalam Sekali Jalan, Tembus 10.000 Kilometer Lebih


6 Suplemen yang Mulai Perlu Diperhatikan Saat Memasuki Usia 40-an

Jalan Secepat Apa yang Bisa Bantu Panjang Umur? Peneliti Sebut Angka Idealnya