Langkah Tepat Lindungi Kulit dari Paparan Sinar UV
6 Suplemen yang Mulai Perlu Diperhatikan Saat Memasuki Usia 40-an
Jalan Secepat Apa yang Bisa Bantu Panjang Umur? Peneliti Sebut Angka Idealnya
Air Dingin atau Suhu Ruang, Mana yang Lebih Baik untuk Kesehatan?
5 Buah yang Bisa Bantu Atasi Lemas dan Tambah Energi, Pisang Salah Satunya
Laut Naik 56 Cm pada 2100, 770 Juta Orang Terancam: Bukan Cuma Pantai yang Bisa Hilang
Cinta Laura Ajak Anak Muda Mulai Sustainability dari Langkah Kecil
Tak Perlu Trial and Error Pilih Susu Formula Anak, Cukup Scan & Check AceKid Sumber Susunya Transparan
Penguatan Indeks Syariah Menyambut Pelantikan Gubernur Baru DKI Jakarta.
Dream - Indeks syariah bergerak menguat setelah muncul aksi beli besar-besaran pelaku pasar. Meski baru terangkat jelang penutupan perdagangan, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) dan Jakarta Islamic Index (JII), menguat signifikan di hari pelantikan gubernur dan wakil gubernur baru DKI Jakarta.
Pada penutupan perdagangan harian Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin 16 Oktober 2017, indeks ISSI menguat 0,519 poin (0,28%) ke level 186,160.
Indeks ISSI mengawali perdagangan dari zona merah dan terus bergerak melemah jelang sesi penutupan. Di menit akhir jelang penutupan, muncul aksi beli dalam volume besar yang mendorong ISSI menembus zona hijau.
Indeks bluechip syariah, JII yang berisi 30 saham unggulan juga naik 0,662 poin (0,08%) ke level 741,657. Nilai transaksi perdagangan bluechips syariah naik tajam hingga mencapai Rp6,97 triliun.
Tak seperti biasanya, pasar modal Indonesia di awal pekan ini justru sangat aktif. Nilai transaksi perdagangan saham syariah mencapai Rp9,14 triliun dengan 81,61 juta saham berpindah tangan.
Aksi beli saham syariah seperti didominasi pemodal lokal. Alasannya, pemodal asing justru melakukan aksi jual bersih dengan nilai Rp270,67 miliar.
Mayoritas indeks sektoral kompak bergerak menguat. Indeks properti dan industri dasar menjadi motor perdagangannya dengan menguat 1,21 persen dan 1,20 persen.
Sementara saham sektor pertambangan terus bergerak melemah dengan koreksi 0,35 persen dan industri aneka 0,47 persen.
Emiten-emiten keping biru syariah yang menjadi top gainer dari segi kenaikan harga saham dihuni oleh TPIA yang harga sahamnya naik Rp400, LPPF Rp250, UNTR Rp200, WSKT Rp175, dan SMGR Rp50.
Sebaliknya, yang menjadi top loser adalah PTBA yang harga sahamnya turun Rp425, AKRA Rp175, AALI Rp125, ICBP Rp125, dan ASII Rp100.
Dari pasar uang, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS ditutup menguat 22 poin (0,16%) ke level Rp13.476 per dolar AS. Kurs rupiah terhadap dolar AS ini mendekam di zona hijau selama perdagangan dan menyentuh level tertinggi di Rp13.451 per dolar AS.(Sah)
Advertisement

Apa Sebenarnya yang Memisahkan Satu Samudra dari Samudra Lain? Ternyata Tak Selalu Ada Garis Batas

Terjaga Setelah Tengah Malam Bisa Mengubah Cara Otak Bekerja, Ini Penjelasan Ilmuwan

Punya Rumah atau Masih Menyewa, Ketahui Mana yang Lebih Memengaruhi Kebahagiaan

Rute Kereta Terpanjang yang Bisa Ditempuh dalam Sekali Jalan, Tembus 10.000 Kilometer Lebih


6 Suplemen yang Mulai Perlu Diperhatikan Saat Memasuki Usia 40-an

Jalan Secepat Apa yang Bisa Bantu Panjang Umur? Peneliti Sebut Angka Idealnya