Asing Rem Jual Bluechips Syariah, ISSI Lanjut Menanjak

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Jumat, 13 Oktober 2017 16:50
Asing Rem Jual Bluechips Syariah, ISSI Lanjut Menanjak
Jelang akhir pekan, indeks syariah `kinclong`.

Dream - Tekanan jual pemodal asing yang semakin berkurang menjadi kabar baik di akhir pekan ini. Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) dan Jakarta Islamic Index (JII) kembali melanjutkan laju penguatan.

Meski sebagian besar indeks sektoral ditutup melemah, laju indeks sektor industri aneka yang meroket berhasil menjaga laju kedua indeks acuan saham syariah tersebut. 

Pada penutupan perdagangan harian Bursa Efek Indonesia (BE), Jakarta, Jumat 13 Oktober 2017, indeks ISSI kembali menanjak 0,685 poin (0,37%) ke level 185,641. Indeks ISSI bergerak fluktuatif sepanjang perdagangan setelah dibuka melemah di level 184,899.

Indeks keping biru syariah, JII, jelang akhir pekan ini mendapat sokongan dari aksi beli pemodal asing. Indeks berisi 30 emiten unggulan syariah ini naik 4,774 poin (0,65) ke level 741,035.

Transaksi perdagangan saham syariah mengalami pelemahan baik dari sisi volume maupun nilainya. Dengan 46,44 juta saham yang berpindah tangan, nilai transaksi perdagangan saham syariah mencapai Rp4,19 triliun.

Meski mencetak nett sell, aksi jual pemodal asing pada saham-saham bluechips syariah turun signifikan. JII mencatat nett sell Rp24,78 miliar. Namun kenaikan justru terjadi pada ISSI yang mencatat aksi jual bersih asing senilai Rp 100 miliar. 

Investor kali ini banyak melirik saham-saham di sektor industri untuk persiapan menyambut awal pekan mendatang. Indeks sektor industri dasar menguat 0,41 persen dan industri aneka 2,96 poin. Disusul indeks sektor manufaktur yang menguat 0,47 persen dan properti 0,23 persen.

Selebihnya, indeks sektoral melemah, seperti pertanian yang turun 0,66 persen, pertambangan 0,61 persen, dan infrastruktur 0,35 persen.

Emiten bluechip syariah yang menjadi top gainer dari sisi harga adalah ASII yang harga sahamnya naik Rp275, TPIA Rp250, UNVR Rp250, PTPP Rp160, dan ICBP Rp125.

Sebaliknya, yang menjadi top loser adalah UNTR yang harga sahamnya turun Rp450, PTBA Rp125, INDF Rp75, AALI Rp50, dan AKRA Rp50.

Dari pasar uang, nilai tukar rupiah terhadapo dolar AS menguat 23 poin (0,17%) ke level Rp13.472 per dolar AS.(Sah)

Beri Komentar
4 Januari, Hari Bahagia dan Paling Sedih Rizky Febian