Regional Menguat, Indeks Syariah Malah Berbalik Melemah

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Kamis, 5 Oktober 2017 16:54
Regional Menguat, Indeks Syariah Malah Berbalik Melemah
Tiga indeks ini menjadi penyebab terbesar melemahnya kinerja perdagangan.

Dream – Langkah bursa saham Indonesia mencetak sejarah baru sedikit tertahan. Setelah dua hari terakhir terus mencetak rekor, Burs Efek Indonesia (BEI) hari ini justru dilanda tekanan jual investor.

Pelemahan yang melanda lantai bursa berbanding terbalik dengan kondisi bursa regional. Dua indeks acuan saham syariah juga turut mengikuti langkah sebagian besar indeks di BEI yang bergerak melemah. 

Pada penutupan perdagangan BEI, Jakarta, Kamis, 5 Oktober 2017, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) terpangkas 1,774 poin (0,95%) ke level 184,672. Tanda-tanda pelemahan ini sudah terlihat sejak sesi pembukaan perdagangan. ISSI memang sempat menyentuh zona hijau dan menyentuh level tertinggi 186,646. Namun penguatannya tak berlangsung lama.

Berbeda dengan indeks keping biru syariah, Jakarta Islamic Index (JII) justru mendekam di zona merah sepanjang perdagangan. Indeks berisi 30 emiten unggulan saham syariah ini  terkoreksi 8,921 poin (1,19%) ke level 738,252. 

Hingga sesi penutupan perdagangan, saham-saham syariah yang diperdagangkan investor mencapai 39,19 juta lembar saham dan nilai transaksinya Rp3,58 triliun.

Semua indeks sektoral “ kebakaran”. Ada tiga indeks yang mengalami koreksi terbesar, yaitu perdagangan 1,42 persen, barang konsumsi 1,16 persen, dan industri dasar 1,01 persen.

Emite-emiten bluechip syariah pencetak top gainer kali ini dihuni tiga emiten pelat merah. PTBA memimpin laju penguatan dengan menguat Rp175, SMGR Rp75, dan PTPP Rp30. Diikuti ADRO Rp5, dan BSDE Rp5.

Sebaliknya, yang menjadi top loser adalah UNTR yang harga sahamnya melemah Rp1.375, UNVR Rp800, TPIA Rp250, AKRA Rp175, dan INDF Rp175.

Dari pasar uang, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS menguat 24 poin (0,18%) ke level Rp13.453 per dolar AS. Kurs rupiah terhadap dolar AS ini bergerak fluktuatif serta sempat menyentuh level tertinggi di angka Rp13.473 per dolar AS dan terendah di level Rp13.488 per dolar AS.

Beri Komentar