Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Wawancara Kerja Juga Kerap Dilakukan Secara Informal, Lho.
Dream – Wawancara kerja tidak selalu dilakukan secara formal. Ada juga yang melakukan wawancara dengan informal.
Biasanya, wawancara kerja secara informal dilakukan oleh pemberi kerja yang dekat dengan kita. Cara ini lumrah ketika perusahaan ingin “ membajak” pegawai perusahaan lain, apalagi yang direkrut adalah petingginya.
Orang dari perusahaan itu akan mewawancarai kandidat dengan situasi santai. Bagi yang belum pernah mengalami wawancara informal, wawancara kerja semacam ini akan terasa aneh.
Tapi, yang lebih penting lagi ketika mengikuti wawancara informal, Anda bisa mengumpulkan informasi sebanyak-banyaknya tentang perusahaan yang diincar. Plus, kontak personal untuk memperkuat jaringan. Jadi, jangan khawatir untuk mengikuti wawancara informal.
Masih merasa takut? Berikut ini tip wawancara informasl sebagaimana dilansir The Muse.
Jangan Takut Bertanya
Memang, sih, bertanya kepada e-mail asing atau orang yang baru dikenal terkait wawancara kerja bisa membuat sedikit tidak nyaman. Tapi, tetaplah berpikir bahwa permintaan wawancara informal ini disukai oleh banyak orang. Jadi, jangan melihat mereka sebagai panggilan yang asing. Ibaratkanlah diri Anda sebagai seorang reporter yang bertugas untuk mewawancarai orang yang tidak mereka kenal.
Lakukan Riset
Wawancara informal ini tidak berarti bisa bersantai ketika menghadapinya. Anda tetap harus meriset hal-hal yang berkaitan dengan perusahaan dan jabatan yang ditawarkan. Ingat, pewawancara rela meluangkan waktunya untuk melakukan wawancara informal. Jadi, tunjukkan kemampuan Anda sebaik mungkin dan jangan sampai gagap menjawab pertanyaan yang diberikan.
Siapkan Pertanyaan
Wawancara terbaik adalah wawancara yang mengalir. Kalau boleh jujur, wawancara yang alami lebih sering terjadi jika Anda siap. Setidaknya, siapkan satu dua pertanyaan yang akan diajukan kepada pewawancara. Misalnya, “ pekerjaannya seperti apa?” atau “ apa aspek yang menantang di pekerjaan ini”.
Atau, Anda bisa balik bertanya kepada pewawancara seputar karier, misalnya “ apa yang ada di pikiran Anda ketika bangun tidur setiap pagi?” dan “ siapa yang paling berpengaruh dalam karier Anda.” Lihat reaksi pewawancara. Jika reaksinya santai, Sahabat Dream bisa bertanya lebih banyak. Jika terlihat enggak santai, lupakan saja keinginan untuk banyak bertanya.
Tahu Waktu
Jika asyik dalam wawancara, kendalikan diri, Sahabat Dream. Jangan sampai dia dan Anda menghabiskan waktu berjam-jam untuk wawancara. Hargai waktu pewawancara.
Perkuat Koneksi
Salah satu kesalahan terbesar pencari kerja ketika melakukan wawancara informal adalah menolak untuk menindaklanjuti. Ingat, usai wawancara kerja, usahakan selalu mengirim ucapan terima kasih. Sikap ini akan membuat Anda merasa lebih baik dan memperlebar pintu komunikasi dengan pewawancara kerja.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya