Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Angka Penyaluran KPR Syariah Lebih Kecil Daripada KPR Konvensional.
Dream – Penyaluran KPR syariah di Indonesia masih rendah dibandingkan KPR konvensional. Rendahnya angka ini menjadi tantangan bagi perbankan syariah.
Direktur PT Sarana Multi Finansial (Persero), Heliantopo, mengatakan, berdasarkan data statistik perbankan syariah, penyaluran KPR konvensional per 31 Juli 2017 sebesar Rp370,29 triliun. Angka ini lebih besar daripada penyaluran KPR syariah yang cuma Rp56,16 triliun.
“ Angka penyaluran KPR syariah dan konvensional ini beda jauh. Ini menjadi tantangan kita semua bagaimana di negara yang penduduk Muslimnya 90 persen, KPR syariah bisa mendekati konvensional,” kata Heliantopo di Jakarta, Rabu 18 Oktober 2017.
Perbankan syariah mengakui rendahnya angka penyaluran KPR syariah ini didorong oleh faktor harga.
Ketua Pengembangan Produk Syariah Asosiasi Bank Syariah Indonesia (ASBISINDO), Ardiansyah Rakhmadi, menilai harga pembiayaan rumah yang ditawarkan oleh bank syariah lebih tinggi daripada konvensional.
Ardiansyah mencontohkan akad murabahah yang digunakan untuk KPR syariah bersifat tetap (fixed) dan marjin pembiayaannya lebih tinggi daripada KPR konvensional.
“ Boleh jadi kendalanya ada di masalah harga. Harganya dianggap kurang kompetitif,” kata dia.
Ardiasyah juga mengatakan rendahnya penyaluran PPR ini juga disebabkan oleh rendahnya sosialisasi kepada masyarakat dan permodalan bank syariah untuk pembiayaan yang masih mahal. “ Permodalan sebenarnya bergantung kepada DPK (dana pihak ketiga), sementara DPK bank syariah masih mahal, masih bergantung kepada deposito,” kata dia.(Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya