Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Operasional Kereta Bandara Membuat Pengguna KRL Kesal. Kenapa?
Dream – Kehadiran kereta Bandara Interasional Soekarno-Hatta mulai mengusik para pengguna kereta rel listrik (KRL). Para komuter ramai-ramai mengajukan petisi agar pengelola kereta api mengkaji kembalioperasional transportasi umum ini.
Menurut pantauan Dream, Rabu 4 April 2018, ada dua petisi yang dibuat netizen di Change.org, yaitu petisi yang dibuat oleh Joko Hasibuan tentang permintaan review ulang operasional KA Bandara dan Jalur Bekasi tentang pertimbangan perpanjangan rute KA Bandara sampai Bekasi.
Di petisi yang pertama, Joko mengatakan operasional KA Bandara menimbulkan masalah-masalah, mulai dari pantograf patah, listrik aliran atas (LAA) padam di daerah Batuceper, sampai pengurangan jadwal KRL lintas Duri-Tangerang. Sekadar informasi, dikutip dari Liputan6.com, ada pengurangan jadwal Duri-Tangerang sebanyak 16 perjalanan dengan keberadaaan KA Bandara.
“ Arus transit penumpang di Stasiun Duri yang menyulitkan para penumpang dengan peronnya yang sempit,” kata dia.
Sementara itu, petisi yang dibuat oleh Jalur Bekasi berisi tentang permintaan agar rencana perpanjangan rute KA Bandara ke Bekasi dipertimbangkan kembali. Hal ini mengingat jalur KRL lintas Bekasi harus bergantian dengan kereta api jarak jauh (KAJJ) ke Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur. Tak hanya itu, penumpang KRL-nya juga mencapai 75 ribu-90 ribu orang per hari.
“ Bila kereta bandara masuk, jalur Bekasi akan semakin padat. Berapa lama lagi pengguna KRL menunggu kereta?” tulis Jalur Bekasi.
Kedua petisi ini ditujukan kepada Presiden Joko Widodo, Kementerian Perhubungan, PT Kereta Api Indonesia (Persero), dan PT Railink. Petisi yang dibuat Joko mendapatkan 137 tanda tangan, sedangkan Jalur Bekasi 255 tanda tangan.
Dream menghubungi jajaran direksi Railink terkait dengan petisi pertimbangan operasional KA Bandara. Namun hingga berita ini diturunkan, Railink belum meresponsnya.
(Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam