Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Menteri BUMN, Rini Soemarno, Mencoba Kereta Bandara Soekarno-Hatta. (Foto: Dream.co.id/Ilman Nafian)
Dream - Lama dinantikan, akhirnya kereta Bandara Internasional Soekarno-Hatta untuk pertama kalinya mulai beroperasi. Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno, berkesempatan mencoba kereta tersebut dari stasiun Sudirman menuju Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta) pada Selasa, 28 November 2017.
Jika tak ada aral melintang, kereta yang dikelola PT Railink itu akan mulai resmi diuji coba pada 1 Desember 2017.
Jurnalis Dream sempat ikut menjajal kereta baru yang dikabarkan mematok tarif seharga Rp100 ribu. Dalam kunjungannya, Rini sempat terlebih dahulu memantau proses penyelesaian pembangunan Stasiun Bandara Soetta.
Perjalanan benar-benar baru dimulai saat Rini membeli tiket kereta bandara di mesin yang sudah tersedia.

Rini masuk ke kereta dan duduk sesuai dengan nomor kursi yang tertera pada tiket. Tak lama berselang, mantan menteri perindustrian dan perdagangan juga melihat beberapa fasilitas kereta dan mengunjungi ruang masinis.
"Tadi kita sama-sama sudah mencoba kereta bandara,” kata Rini di Stasiun Sudirman Baru, Jakarta, Selasa 28 November 2017.
Baru pertama kali meluncur, Rini hanya menjajal kereta dengan menempuh jarak 12 kilometer. Kereta berangkat dari Stasiun Batuceper ke Stasiun Bandara Soetta.
Ya, jarak tempuh yang dilayani kereta bandara untuk rute Manggarai-Bandara Soetta ini sepanjang 36,3 kilometer. Jalur ini terdiri dari Manggarai-Batuceper sepanjang 24,2 km dan Batuceper-Soekarno-Hatta 12,1 km.

Rini berkata kereta bandara ini merupakan sinergi BUMN, yaitu PT Kereta Api Indonesia (Persero)/KAI, PT LEN, PT INKA, dan beberapa perusahaan BUMN lainnya. Joint venture KAI dan PT Angkasa Pura II (Persero), PT Railink, menjadi operator Kereta Bandara Soekarno-Hatta.
Rini juga memuji sistem persinyalan yang dibuat oleh LEN untuk kereta bandara. “Untuk sinyalnya, tadi sudah bagus, ya, yang dibuat oleh LEN,” kata dia.
(Sah)
Advertisement

Indonesia Pangkas Ekspor Gas ke Singapura, Apa Penyebabnya? Bukan Sekadar Soal Pasokan Energi

Benarkah Otot Bisa Berubah Menjadi Lemak Jika Berhenti Olahraga? Ini Penjelasan Ahli

Pawang Hujan Bisa Mendatangkan atau Mengusir Hujan? Ini Jawaban Sains



Mengapa Sampah dari Industri Makanan Berbahaya bagi Lingkungan?
