Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream – Utang luar negeri (ULN) Indonesia hingga akhir Juli 2016 tercatat sebesar US$324,2 miliar atau Rp4.271 triliun. Utang ini naik 6,4 persen dibandingkan posisi setahun sebelumnya.
Dikutip dari keterangan tertulis Bank Indonesia (BI), ULN jangka pendek Indonesia mengalami penurunan namun untuk jangka jangka panjang justru meningkat. Sebagian besar utang Indonesia berasal dari sektor publik yang meningkat sementara sektor swasta justru mengerem pinjaman.
Utang swasta sampai Juli 2016 tercatat mencapai US$16,5 miliar (Rp217,3 triliun), atau turun 3,4 persen dibandingkan posisi Juli 2015. Sedangkan, ULN publik sebesar US$159,7 miliar (Rp2.104 triliun) atau naik 18,7 persen secara year on year (yoy).
Utang swasta selama ini banyak berasal dari sektor keuangan, industri pengolahan, pertambangan, serta listrik, gas dan air bersih. Porsi utang keempat sektor tersebut terhadap total ULN swasta mencapai 75,7 persen.
Dilihat dari pertumbuhannya, utang swasta di sektor pertambangan dan sektor keuangan justru mencatat kinerja negatif.
BI memastikan, posisi utang luar negeri masih cukup sehat. Namun bank sentral memastikan akan terus mewaspadai risikonya terhadap perekonomian nasional khusus untuk utang swasta.
Hal ini dimaksudkan untuk memberikan keyakinan bahwa ULN dapat berperan secara optimal dalam mendukung pembiayaan pembangunan tanpa menimbulkan risiko yang dapat memengaruhi stabilitas makroekonomi.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya