Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Bursa saham syariah berhasil kembali ke zona merah di penutupan perdagangan awal pekan. Minimnya sentimen negatif mendorong investor melakukan aksi beli saham.
Berkurang signifikannya aksi jual asing ikut membuat indeks saham Indonesia, termasuk dua indeks saham syariah, bergerak positif sepanjang perdagangan.
Pada penutupan perdagangan harian Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin, 19 September 2016, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) menguat 2,363 poin (1,37%) ke level 175,237.
Indeks saham keping biru syariah, Jakarta Islamic Index (JII), juga melonjak 13,290 poin (1,84%) ke level 736,451.
Berbalik terbalik dengan laju indeks akhir pekan lalu, dua indeks acuan saham syariah ini justru bergerak positif sepanjang sesi. ISSI yang terus menguat sejak sesi pembukaan, sempat menyentuh level tertinggi di 175,581.
Meski menguat, transaksi perdagangan saham syariah sedikit berkurang. Dengan 20,19 miliar saham yang berpindahtangan, nilai transaksi perdagangan syariah mencapai Rp 3,11 triliun.
Dari aksi beli investor, sebanyak 124 emiten syariah ditutup menguat. Sementara 46 lainnya berhasil bertahan stagnan. Sisanya, 66 emiten bergerak melemah dan 80 lainnya tak disentuh sama sekali oleh investor.
Meski menguat, saham sektor pertambangan tampaknya masih dihindar investor. Terlihat indeks sektor pertambangan bergerak melemah sendirian dengan koreksi 0,53 persen.
Sementara indeks sektor industri aneka memimpin laju kenaikan usai menguat 2,69 persen. Dsusul indeks infrastruktur 1,97 persen, properti 1,32 persen, dan manufaktur 1,20 persen.
Dari 26 emiten bluechips syariah, top gainer indeks JII awal pekan ini dihuni LPPS yang melonjak Rp 1,150 per saham. Diikuti AALI yang naik Rp 375, JSMR Rp 280, ASII RP 250, dan ICBP Rp 225 per saham.
Sebaliknya, empat emiten unggulan syariah yang bergerak melemah dihuni SILO dengan koreksi harga Rp 250, INDF Rp 75, UNTR Rp 25, dan SCMA Rp 5 per saham.
Di pasar keuangan, mata yang Negeri Paman Sam yang menguat dipicu isu pertemuan The Fed, membuat sejumlah mata uang dunia tertekan. Mengikuti tren tersebut, kurs rupiah terhadap dolar AS sor eini bergerak melemah 17 poin (0,13%) menjadi 13.142 per dolar AS.(Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya