Cara Menyiapkan Mental Sebelum Melakukan Downsizing atau Downgrading, Hal Apa yang Harus Jadi Prioritas?
5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Menteri Koperasi Dan UKM, A. A. G. N. Puspayoga.
Dream – Program layak huni (RLH) yang dikembangkan Koperasi Syariah Benteng Muda Indonesia (BMI) mendapat acungan jempol dari pemerintah. Pemerintah menyebut program koperasi syariah ini bisa bermanfaat bagi anggota koperasi.
" Program bedah rumah dalam bentuk Rumah Layak Huni (RLH) ini menurut saya ide yang orisinil dan bisa menjadi inspirasi best practice bagi koperasi lain dalam memberikan manfaat pada anggotanya, apalagi Kemenkop dan UKM saat ini tengah melakukan reformasi total terhadap koperasi yaitu rehabilitasi, reorientasi dan pengembangan koperasi,” kata Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM), A. A. G. N. Puspayoga, di Tangerang, Banten, dikutip dalam keterangan tertulis yang diterima Dream, Senin, 19 September 2016.
Puspayoga mengatakan kualitas rumah layak yang dibangun oleh koperasi ini tidak sembarangan. Kualitas ini memenuhi standar minimal yang ditetapkan oleh UN Habitat—sebuah lembaga resmi di bawah PBB.
Selain membangun rumah layak huni, BMI juga memberi pinjaman bagi anggota untuk memperbaiki saluran air dan sanitasi.
Sementara itu, Bupati Tangerang, A. Zaki Iskandar, mendukung program bedah rumah yang dikembangkan oleh BMI.
“ Di Kabupaten Tangerang, ada sekitar 18 ribu rumah yang tidak layak huni dan 5 ribu di antaranya dalam kondisi yang sangat parah. Oleh karena itu, saya mengharapkan para camat di kabutapen ini bisa bekerja sama dengan berbagai pihak, khususnya BMI untuk membuat semacam program bedah rumah,” kata Zaki.
Sekadar informasi, sejak Maret 2015, koperasi syariah ini telah membangun 12 rumah bagi anggotanya. Pembiayaannya bersumber dari sebagian provisi 1 persen yang dikenakan atas pinjaman koperasi yang diberikan.
Koperasi yang berkantor pusat di Cikupa, Tangerang, ini beroperasi dengan 457 karyawan yang tersebar di 31 kantor cabang pembantu. Mereka beroperasi di Banten dan melayani 115 ribu anggota.
Dalam Rapat Anggota Tahunan (RAT) Desember 2015, koperasi ini membukukan modal sendiri sebesar Rp106 miliar dan angkanya naik 38 persen dari tahun 2014. Piutang Rp178 miliar naik 23 persendibanding periode yang sama tahun lalu sebesar Rp145 miliar, sedangkan simpanan mencapai Rp67 miliar dan membukukan laba bersih sebesar Rp6,6 miliar. Hingga Desember 2015 Koperasi BMI mencatat aset Rp260 miliar, dan membayar pajak badan sebesar Rp2,1miliar.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?