Selasa, 20 Oktober 2026 Cari

Bursa Syariah dan Rupiah Rontok

Reporter : Syahid Latif
Rabu, 20 Januari 2016 16:20
Bursa Syariah dan Rupiah Rontok
Anjloknya bursa saham Tiongkok memicu kekhawatiran pelaku pasar. Rupiah juga nyaris menyentuh level 14.000/US$

Dream - Investor kembali dilanda kecemasan. Rontoknya indeks saham Tiongkok menjalar ke sejumlah bursa saham dunia termasuk Indonesia.

Kondisi semakin tertekan setelah kurs rupiah terhadap dolar AS juga mengalami pelemahan. Rupiah hampir saja kembali menyentuh level 14.000 per dolar AS.

Pada penutupan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu, 20 Januari 2016, Indes Saham Syariah Indonesia (ISSI) anjlok hingga 1,842 poin (1,30%) ke level 139,415.

Koreksi lebih dalam melanda indeks saham bluechips syariah, Jakarta Islamic Index (JII), yang rontok 9,604 poin (1,62%) ke level 582,796.

Aksi beli sempat membawa kedua indeks saham syariah ini masuk teritori positif. Namun besarnya tekanan jual menyeret ISSI dan JII kembali ke zona merah.

ISSI sempat menguat ke level tertinggi di 141,279 sebelum rontok di sesi penutupan. Hal yang sama terjadi di jajaran saham bluechips syariah yang sempat menguat ke level 592,718.

Seluruh indeks sektor saham berguguran di zona merah. Saham tambang yang sempat menguat jelang penutupan juga bergerak melemah. Koreksi terdalam dialami emiten properti yang turun 2,31 persen, diikuti industri aneka 2,26 persen, dan industri dasar 1,70 persen.

Papan perdagangan ISSI didominasi warna merah setelah 127 emitennya bergerak melemah. Hanya 51 emiten, 5 diantaranya bluechips syariah, yang masih diincar pelaku pasar.

Transaksi perdagangan saham syariah mencapai Rp 2,75 triliun dengan 23,32 miliar saham berpindahtangan.

Kelima emiten keping biru yang bergerak menguat itu adalah ICBP dengan kenaikan Rp 125, MIKA Rp 100, AKRA Rp 25, PTPP dan SSMS masing-masing Rp 5 per saham.

Di jajaran top losser bertengger saham INTP yang turun Rp 750, AALI Rp 575, LPPF Rp 425, SMGR Rp 375, dan UNVR Rp 300.

Berbeda dengan indeks syariah yang sempat bergerak menguat, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) justru mendekam seharian di zona merah. Emiten keuangan menjadi pemberat laju IHSG.

Di penutupan perdagangan tengah pekan ini, IHSG rontok 63,752 poin (1,42%) ke level 4.427,985. Posisi asing masih mencetak nett sell Rp 276, atau mulai berkurang sejak awal pekan kemarin.

Di pasar keuangan, kurs rupiah sebetulnya sempat menguat di awal sesi perdagangan. Namun tekanan yang melanda hampir seluruh mata uang dunia memaksa rupiah ikut tergusur.

Sore ini rupiah terkoreksi hingga 134 poin (0,97%) menjadi 13.986 per dolar AS.

Beri Komentar