Pertamina Hulu Energi Akuisisi PI 3 WK di Kaltim, Salah Satunya di Lokasi Temuan Cadangan Gas Raksasa Tahun 2023
Survei: Dulu Coblos Prabowo, 55 Persen Pemilihnya Kini Bilang Ogah
5 Minuman yang Sebaiknya Dihindari Setiap Hari Jika Ingin Mengurangi Gula
Pertamina dan MedcoEnergi Ambil 10% Hak Partisipasi Sumur Gas di Kaltim Milik Eni S.p.A
Mengapa AC Mobil Listrik Tetap Bisa Aman Menyala Meski Mesin Mati?
Mengapa Ada Orang yang Lebih Sering Mengalami Efek Samping Vaksin? Studi Ungkap Penyebabnya
Dibuka Menguat ke Level 6.109,32, IHSG Bergerak di 2 Zona pada Awal Perdagangan
8 Makanan yang Bisa Redakan Ngidam Makanan Manis Lebih Baik daripada Permen, Menurut Ahli Gizi
Dream - Presiden Joko Widodo (Jokowi) membentuk Komite Ekonomi dan Industri Nasional. Komite ini mengingatkan publik akan Komite Ekonomi Nasional (KEN) di masa pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono.
Berbagai nama kondang masuk dalam jajaran pengurus komite ini. Sebut saja Sutrisno Bachir yang didaulat sebagai Ketua dan Arif Budimanta sebagai wakilnya. Kedua nama ini merupakan anggota partai dari PAN dan PDI-P.
Jagoan di bidang ekonomi dan industri pun ditarik menjadi pengurus, seperti pengusaha Mustika Ratu Putri Wardani yang didaulat sebagai Sekretaris. Kemudian ada Hendri Saparini, Hariyadi Sukamdani, Eddy Sariatmadja, Sudhamek, Jhonny Darmawan, Benny Soetrisno, Mohamad Fadhil Hasan, Benny Pasaribu, Sonny Budi Harsono, Aries Muftie, Muhammad Syafii Antonio, M. Najikh, Andri BS Sudibyo, Zulnahar Usman, Irfan Wahid, Donny Oskaria, dan Sugiarto Alim.
Begitu dilantik pagi ini, anggota KEIN langsung mengadakan rapat perdana di hadapan Presiden Jokowi. Dalam kesempatan itu, anggota KEIN memberikan gambaran umum situasi industri dan ekonomi di Indonesia.
“ Saya juga ingin mendapatkan gambaran, sebetulnya, karena banyak sekali terutama industri baik yang dari Cina, Taiwan, dari Jepang, dari Korea dan lainnya,” jelas Jokowi seperti dikutip dari laman Sekretariat Kabinet, Rabu, 20 Januari 2016.
Merunut dari sejarahnya, Indonesia sebetulnya pernah memiliki komite serupa di era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono bernama KEN. Menko Perekonomian Darmin Nasution mengakui dari namanya saja lembaga ini sudah memiliki perbedaan.
Dengan KEIN pemerintah ingin menegaskan adanya penekanan pada sektor industri. Sebab, selama belasan tahun Indonesia memiliki kelemahan dalam membangun industri yang kuat.
Pemerintah juga berharap seluruh pengurus KEIN dapat membangun pemikiran dan inisiatif dalam bidang ekonomi dan industri.
Advertisement

3 Kebiasaan Olahraga yang Sebaiknya Mulai Dilakukan Saat Usia Paruh Baya agar Tetap Bugar

Dengarkan Musik yang Tenang Saat Makan, Studi Ungkap Pengaruhnya pada Pilihan Makanan

9 Cara Aneh yang Pernah Dilakukan Manusia untuk Menghindari Wabah Pes

Bukan Sekadar Hantu, Teror Rambut Sewu Berawal dari Dendam Keluarga


Survei: Dulu Coblos Prabowo, 55 Persen Pemilihnya Kini Bilang Ogah

5 Minuman yang Sebaiknya Dihindari Setiap Hari Jika Ingin Mengurangi Gula