Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Nilai tukar rupiah mengalami nasib kurang baik di akhir 2015 lalu. Mata uang kebanggaan Indonesia ini mengalami pelemahan terhadap 4 mata uang dunia, yaitu Dollar Amerika Serikat, Dollar Australia, Yen Jepang, dan Euro.
Terhadap dollar AS, rupiah terdepresiasi 0,49 persen pada Desember 2015. Level terendah rata-rata nasional kurs tengah eceran rupiah terhadap dolar AS terjadi pada minggu ketiga Desember 2015 yaitu Rp14.013,19 per dolar Amerika.
Sedangkan menurut provinsi, level terendah kurs tengah terjadi di Provinsi Nusa Tenggara Barat sebesar Rp14.080,00 per dolar AS pada minggu ketiga Desember 2015.
Mengutip data Badan Pusat Statistik (BPS), Selasa, 19 Januari 2015, Rupiah juga terdepresiasi 0,85 persen terhadap dolar Australia pada bulan lalu. Level terendah rata-rata nasional kurs tengah eceran rupiah terhadap dolar Australia terjadi pada minggu kedua Desember 2015 yang mencapai Rp10.101,87 per dolar Australia.
Sedangkan menurut provinsi, level terendah kurs tengah terjadi di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung yang mencapai Rp10.213,75 per dolar Australia pada minggu kedua Desember 2015.
Rupiah terdepresiasi 2,16 persen terhadap yen Jepang pada Desember 2015. Level terendah rata-rata nasional kurs tengah eceran rupiah terhadap yen Jepang terjadi pada minggu ketiga Desember 2015 yang mencapai Rp114,85 per yen Jepang.
Menurut provinsi, level terendah kurs tengah terjadi di Provinsi Maluku Utara yang mencapai Rp116,69 per yen Jepang pada minggu ketiga Desember 2015.
Rupiah terdepresiasi 2,80 persen terhadap euro pada Desember 2015. Level terendah rata-rata nasional kurs tengah eceran rupiah terhadap euro terjadi pada minggu ketiga Desember 2015 yang mencapai Rp15.314,31 per euro.
Menurut provinsi, level terendah kurs tengah terjadi di Provinsi Sulawesi Tenggara yang mencapai Rp15.436,76 per euro pada minggu ketiga Desember 2015.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya