Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menilai pasar modal Indonesia siap menghadapi segala ancaman yang terjadi, khususnya ancaman terorisme. BEI menjamin infrastruktur di pasar modal Indonesia telah siap dan memastikan akan tetap berjalan karena telah memiliki sistem dan prosedur khusus dalam penanganan krisis.
Direktur Utama BEI, Tito Sulistio, mengakui pelaku pasar sempat terkejut ketika ancaman terorisme terjadi di kawasan perbelanjaan di Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat pada Kamis (14/1) lalu. Keterkejutan pemodal sempat membuat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ke level 1,78 persen.
Akan tetapi, lanjut Tito, setelah pihak Kepolisian Republik Indonesia bergerak dengan cepat dan mengamankan situasi keamanan di dalam negeri, level IHSG langsung mengalami penguatan dalam waktu cepat. Alhasil, di akhir sesi penutupan perdagangan di hari tersebut, IHSG hanya terkoreksi 0,5 persen ke level 4.513,18 poin dan bahkan ditutup menguat ke level 4.523,98 poin (0,24%) pada perdagangan Jumat (15/1).
“ Memang betul pada sekitar pukul 12.30 WIB (sebelum sesi kedua perdagangan BEI dimulai, ada penurunan BI rate 25 basis poin. Namun keberanian pemodal dalam bertransaksi memperlihatkan bahwa pemodal masih sangat percaya terhadap pasar modal Indonesia,” jelas Tito dalam keterangan pers, dikutip Dream, Selasa, 19 Januari 2016.
Tito menambahkan, terkoreksinya IHSG Senin (18/1) ke level minus 1,14 persen atau 4.472,85 poin lebih karena fluktuasi pasar secara normal. Proses pemulihan IHSG yang sangat cepat dinilai Tito karena infrastruktur BEI telah sangat siap dalam menghadapi setiap ancaman yang terjadi, termasuk terorisme.
BEI memang telah memiliki Business Continuity Management (BCM), yakni sistem dan prosedur khusus dalam penanganan krisis. BEI juga telah memiliki program pengembangan berkelanjutan untuk lebih menjamin dan meningkatkan kesiapan sistem perdagangan.
Selain itu, perekonomian Indonesia yang saat ini masih prospektif menjadi alasan pemodal masih sangat percaya untuk berinvestasi di dalam negeri. Hal tersebut terlihat dari Indikator Ekonomi di akhir 2015 yang berada dalam kondisi yang stabil, yakni 4,67% atau lebih tinggi daripada di 1998 (-13,0%) dan di 2008 (4,12%).
Mayoritas kinerja keuangan Emiten di BEI yang masih sehat juga menjadi alasan investor untuk tetap berinvestasi di pasar modal Indonesia. Berdasarkan laporan keuangan kuartal ketiga 2015, sebanyak 67,5% emiten mencatatkan laba atau jauh lebih baik daripada di periode krisis 1998 dengan 66,1% emiten mendapatkan kerugian.
Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa BEI Alpino Kianjaya menambahkan ketika IHSG terkoreksi karena kepanikan sesaat, beberapa pemodal justru melihat hal tersebut sebagai peluang untuk berinvestasi. " Pemodal yang jeli justru melakukan ambil posisi beli efek ketika ancaman terorisme terjadi," tambahnya.
Dengan keyakinan dari para pemodal dan seluruh masyarakat Indonesia yang bersatu menghadapi terorisme, lanjut Alpino, maka perekonomian Indonesia akan semakin prospektif di masa depan.
" Pasar modal Indonesia juga akan semakin diminati oleh pemodal di dalam dan luar negeri," imbuh Alpino.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya