Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Bursa Efek Indonesia (sumber: Http://ANTARAfoto.com)
Dream - Bursa saham syariah akhirnya mengkonfirmasi laju pelemahan di awal pekan. Aksi beli investor jelang penutupan tak bisa mengangkat indeks syariah di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) menutup perdagangan BEI, Senin, 18 Januari 2015 dengan melemah 1,466 poin (1,03%) ke level 140,409. Sedangkan Jakarta Islamic Index (JII) turun 7,144 poin (1,20%) ke level 587,496.
Level penutupan ini memastikan besarnya tekanan aksi jual pelaku pasar merespon sentimen regional. ISSI yang mendekam di zona negatif sempat jatuh ke level terendah 140,075 dan hanya mampu menembus level tertinggi 141,065.
Aksi jual beli saham syariah di awal pekan mencapai Rp 2,31 triliun dengan 21,75 miliar saham berpindahtangan.
Sebanyak 107 emiten syariah, 20 diantaranya saham bluechips syariah, harus menutup transaksi awal pekan di teritori negatif. Sementara 58 lainnya masih ramai diburu investor.
Emiten pertanian menjadi satu-satunya indeks sektoral yang bergerak menguat sebesar 1,02 persen. Selebihnya, indeks sektoral ditutup melemah dipimpin emiten industri aneka yang turun 1,50 persen, barang konsumsi 1,48 persen, dan manufatur 1,42 persen.
Saham keping biru syariah yang masuk daftar top gainer adalah AALI yang naik Rp 500, AKRA Rp 225, SILO Rp 100, LSIP Rp 40, dan SSMS Rp 20 per saham.
Sebaliknya, daftar top losser indeks JII dihuni oleh UNTR yang turun Rp 475, UNVR Rp 350, LPPF Rp 325, INTP Rp 275, dan JSMR Rp 175 per saham.
Dari pasar keuangan, kurs rupiah mengikuti arus pelemahan global. Rupiah sore ini terpangkas 23 poin (0,17%) menjadi 13.932 per dolar AS.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya