Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi
Dream - Bursa saham syariah Indonesia berhasil ditutup menguat meski sempat tertekan di sesi perdagangan siang.
Sentimen negatif dari pelemahan harga minyak dunia yang berimbas pada emiten pertambangan membuat laju indeks sempat tertekan.
Pada penutupan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa, 19 Januari 2016, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) menanjak 0,848 poin (0,60%) ke level 141,257.
Indeks saham bluechips syariah, Jakarta Islamic Index (JII) juga ditutup menguat 4,904 poin (0,83%) ke level 592,400.
Laju bursa saham syariah memulai sesi perdagangan dari zona hijau. Namun tekanan jelang penutupan sesi pertama membuat laju ISSI dan JII sempat jatuh ke zona merah.
ISSI sempat turun ke teritori negatif dengan level terendah di 140,199 sementara posisi tertingginya dicetak di 141,465.
Transaksi perdagangan saham syariah relatif normal dengan dana bergulir hingga Rp 2,59 triliun. Dengan 26,61 saham berpindahtangan, investor membawa 83 emiten ISSI ke zona hijau, 74 bergerak melemah, dan 51 emiten stagnan.
Aksi beli juga melanda sebagian besar saham-saham penghuni JII. Tercatat 24 emiten bluechips syariah ditutup menguat dan 4 lainnya tertekan aksi jual.
Saham emiten pertambangan mengalami koreksi terdalam dengan melemah 0,55 persen disusul perdgaangan 0,51 persen dan barang konsumsi 0,20 persen.
Top gainer indeks saham bluechips syariah dihuni oleh UNTR yang naik Rp 275, UNVR Rp 250, ICBP Rp 250, AALI Rp 175, dan LPPF Rp 175 per saham.
Sebaliknya, saham-saham pertambangan yang terpengaruh harga minyak dunia mengalami tekanan hebat. Salah satunya melanda emiten ITMG yang turun Rp 175 dan PGAS Rp 45 per saham. Disusul SILO yang turun Rp 100 dan SSMS Rp 45 per saham.
Tekanan jual jelang penutupan juga sempat memangkas kenaikan Indes Harga Saham Gabungan (IHSG). Menguat 10,461 poin (0,23%), IHSG menutup perdagangan di level 4.491,737.
IHSG sebetulnya hampir kembali menyentuh 4.500 saat menembus level tertinggi di 4.499,575.
Lantai bursa saham hari ini berhasil menghimpun dana investor hingga Rp 3,35 triliun dengan posisi asing nett sell hingga Rp 335,78 miliar. Meski masih nett sell, investor asing mulai mengurangi aksi jualnya.
Dari pasar keuangan, kurs rupiah yang pagi tadi melemah berhasil mengikut arus global. Rupiah sore ini berbalik menguat 103 poin (0,74%) menjadi 13.834 per dolar AS.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya