Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Bursa Efek Indonesia (sumber: Http://ANTARAfoto.com)
Dream - Bursa syariah Indonesia kembali dilanda tekanan jual di awal sesi perdagangan. Koreksi tajam emiten sektor infrastruktur menjadi motor penyeret pelemahan.
Aksi beli yang muncul perlahan-lahan sempat membuat sejumlah indeks saham acuan kembali ke zona hijau. Hingga 10 menit perdagangan, bursa saham nasional masih melaju fluktuatif.
Pada prapembukaan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa, 20 Oktober 2015, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) terpeleset 0,157 poin (0,11%) ke level 145,080.
ISSI kembali melemah 0,179 poin (0,12%) di sesi pembukaan ke level 145,058.
Tekanan jual di awal sesi juga membuat indeks saham bluechips syariah terkurung di zona merah. Jakata Islamic Index (JII) terkoreksi 1,120 poin (0,18%) ke level 610,991 di sesi prapembukaan.
Indeks JII masih turun 1,373 poin (0,22%) ke level 610,434 di sesi pembukaan.
Pelaku pasar memulai sesi pemanasan dengan mentransaksikan 48,4 juta saham syariah. Aksi jual beli ini melibatkan perputaran dana sebesa Rp 11,92 miliar.
Meski sebagian besar indeks sektoral bergerak naik, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) juga tak bisa lepas dari tekanan. IHSG membuka sesi prapembukaan dengan melemah 3,007 (0,07%) ke level 4.566,837.
Selain saham sektor infrastruktur yang turun hingga 1,02 persen, IHSG terseret pelemahan indeks sektor barang konsumsi yang turun 0,04 persen dan manufaktur 0,01 persen.
IHSG juga belum bisa keluar dari tekanan jual di sesi pembukaan. Kali ini IHSG melemah 3,495 poin (0,08%) ke level 4.566,349.
Meski melemah, IHSG sebetulnya banyak didominasi penguatan harga saham. Tercatat 18 emiten memulai sesi perdagangan di zona hijau. Sementara 15 lainnya bergerak turun
Transaksi di awal sesi mencaai Rp 17,64 miliar dengan 68,45 jta saham berpindahtangan. Pemodal asing mengubah posisinya dengan mencatat nett sell Rp 4,67 miliar.
Tekanan tak hanya terjadi di pasar saham Indonesia. Kurs rupiah terhadap dollar AS pagi ini juga sedikit mengalami tekanan. Rupiah saat ini terpangkas 121 poin (0,90%) menjadi 13.631 per dollar AS.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya