Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Investor Mengamati Pergerak Bursa Saham Indonesia (Antarafoto.com)
Dream - Bursa saham syariah Indonesia memulai awal pekan dengan langkah positif. Dipicu aksi beli investor asing, indeks syariah bergerak positif seharian.
Investor juga mulai berspekulasi akan laporan positif dari data pertumbuhan ekonomi Indonesia. Data itu bakal memicu tersebarnya sentimen-sentimen positif lainnya.
Pada penutupan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin, 19 Oktober 2015, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) menguat 1,666 poin (1,16%) ke level 145,237.
Indeks saham bluechips syariah, Jakarta Islamic Index (JII) juga ditutup menguat 10,098 poin (1,68%) ke level 612,111.
Dua indeks acuan saham syariah ini bergerak positif sepanjang perdagangan. Aksi beli investor jelang penutupan bahkan mendorong ISSI menyentuh level tertingginya di level 145,237.
Aksi beli pelaku pasar mendorong 107 emiten syariah ditutup menguat. Sebanyak 22 diantaranya merupakan saham-saham keping biru syariah.
Sebaliknya, 72 emiten syariah masih tertekan aksi jual investor. Sisanya, 48 emiten ISSI bergerak melemah dan 93 lainnya sama sekali tak disentuh investor.
Transaksi perdagangan saham syariah awal pekan ini mencapai Rp 3,38 triliun dengan 46,49 miliar saham berpindahtangan.
Saham-saham bluechips syariah di jajaran top gainer dihuni oleh UNVR yang naik Rp 750. Disusul UNTR yang naik Rp 725, SMGR Rp 225, ASII Rp 200, dan INDF Rp 200 per saham.
Sebaliknya, top losser kali ini dihuni emiten seperti INTP yang turun Rp 650, ITMG Rp 275, SILO Rp 100, AALI Rp 50, dan PGAS Rp 45 per saham.
Meski emiten sektor tambang dan industri dasar bergerak melemah, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) juga sukses ditutup menguat. Nak 47,962 poin (1,06%), IHSG bertengger di level 4.569,844.
Lantai bursa saham nasional dibanjiri dana investor hingga Rp 5,25 triliun dengan posisi asing berada di jalur nett buy Rp 261 miliar.
Dari pasar keuangan, laju nilai tukar rupiah terhadap dollar AS juga kembali bergerak menguat. Rupiah sore ini bertahan mengaut 14 poin (0,10%) menjadi 13.526 per dollar AS.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya