Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Bursa Efek Indonesia (sumber: Http://ANTARAfoto.com)
Dream - Bursa saham syariah Indonesia bergerak lesu di awal perdagangan tahun 2016. Kondisi regional yang melemah mendorong investor memutuskan melakukan aksi jual.
Pada sesi prapembukaan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin, 4 Januari 2016, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) terkoreksi 0,423 poin (0,29%) ke level 144,638.
Tekanan jual juga melanda indeks saham bluechips syariah, Jakarta Islamic Index (JII) yang turun 2,949 poin (0,49%) ke level 600,400.
Kondisi tak berubah banyak di sesi pembukaan. ISSI kembali turun 0,462 poin (0,32%) ke level 144,599. Sedangkan JII turun 3,226 poin (0,53%) ke level 600,123.
Transaksi perdagangan di awal tahun ini terbilang masih sepi. Pelaku pasar hanya menggelontoran dana Rp 13,94 miliar dengan 47,78 juta saham beralih pemilik di awal sesi.
Sebagian besar indeks sektoral bergerak melemah di awal sesi ini. Hanya indeks sektor perkebunan dan industri dasar yang terdorong menguat oleh aksi beli.
Dari kawasan Asia, bursa saham utama diserang pelemahan di awal tahun ini. Hanya Nikkei Jepang dan Strait Times yang sempat mengguat namun kini kembali masuk zona merah.
Di awal tahun ini, bursa saham Indonesia memang tak bisa bergerak banyak. Terlihat dari laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang turun 12,843 poin (0,28%) ke level 4.580,165.
Pelaku pasar mengguyur dana ke lantai bursa senilai Rp 27,55 miliar dengan 62,34 juta saham berpindahtangan
Pemodal asing pagi ini juga menahan aksi belinya. Alhasil, asing mencetak nett sell tipis Rp 2,9 miliar.
Di pasar keuangan, kurs rupiah di awal tahun justru rontok. Rupiah pagi ini bergerak turun 64 poin (0,46%) menjadi 13.894 per dollar AS.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya