Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Rilis pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal III-2015 yang tak sesuai ekspektasi menjatuhkan bursa saham syariah. Padahal, indeks ISSI dan JII memulai sesi dengan cukup perkasa.
Investor asing yang menahan aksi beli juga membuat pemodal lokal was-was. Asing hanya mencetak transaksi nett buy Rp 65 miliar.
Pada penutupan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Kamis, 5 November 2015, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) turun 1,079 poin (0,74%) ke level 144,648.
Indeks saham bluechips syariah, Jakarta Islamic Index (JII) juga rontok 5,237 poin (0,86%) ke level 605,229.
Investor yang memulai sesi dengan aksi beli justru berbalik sikap. Menutup perdagangan, investor menjatuhkan 119 emiten syariah ke zona negatif. Hanya 45 emiten ISSI yang masih bisa merasakan aksi beli.
Kondisi lebih mengenakan dialami saham-saham penghuni JII. Sebanyak dua pertiga saham JII, atau 25 emiten ditutup melemah.
Rontoknya bursa saham syariah ditandai dengan transaksi jual beli yang relatif minim. Aksi jual beli saham syariah cuma mampu mencetak angka Rp 2,71 triliun.
Saham-saham unggulan syariah yang terserang aksi jual tertinggi diantara AALI (Rp 925), silo Rp 325, UNTR Rp 300, INTP Rp 25, dan UNVR Rp 250 per saham.
Sebaliknya, lima saham yang menguat tipis diantar SCMA Rp 120, MPPA Rp 110, SMGR Rp 50, PTPP Rp 30, dan PGAS Rp 20 per saham.
Bergugurannya saham sektor perkebunan juga memaksa Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terkoreksi tajam. IHSG turun 35,332 poin (0,77%) ke level 4.577,233.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya