Ada Bukti DPR Tak Pernah Bahas Pasal 18 Ayat 3 PKPU
Dua Survei, Dua Wajah Kepuasan pada Pemerintah
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
AXIS Nation Cup 2026 Hadirkan Grand Final Futsal Pelajar, Laga Para Juara dengan Panggung Musik di Istora Senayan
Anak Ditinggal Sendirian saat Masih Kecil, Di Mana Batas Kebebasan dalam Pola Asuh?
Benarkah Sarden Kalengan Bukan Makanan Olahan? Ini Penjelasannya
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%
Dream - Investor lokal menjadi motor penggerak bursa di awal pekan ini. Didukung kondisi regional yang relatif aman, bursa saham syariah akhirnya ditutup menguat.
Data perdagangan ekonomi yang masih mencatat surplus menambah daya dorong bursa saham Indonesia.
Pada penutupan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin, 15 Februari 2016, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) naik 0,719 poin (0,48%) ke level 149,071. Level penutupan ini sayangnya masih lebih rendah dari posisi pembukaan.
Indeks saham bluechips syariah, Jakarta Islamic Index (JII), juga ditutup menguat 3,480 poin (0,55%) ke level 633,971.
Langkah investor asing yang masih berhati-hati di awal pekan ini membuat penutupan indeks acuan saham masih lebih rendah dibandingkan sesi pembukaan.
Padahal investor asing membukukan nett buy hingga Rp 157,11 miliar, lebih rendah dari akhir pekan lalu sebesar Rp 24,26 miliar.
Saham-saham di sektor industri kali ini dilanda aksi ambil untung investor di tengah sebagian besar indeks sektoral. Indeks sektor industri aneka turun 0,67 persen dan industri dasar 0,51 persen.
Transaksi perdagangan saham syariah kali ini mencapai Rp 3,65 triliun dengan 31,19 miliar saham berpindahtangan.
Aksi beli investor mendorong 110 saham syariah menutup awal pekan di zona hijau. Sementara 74 lainnya terkena aksi jual investor. Sebagian besar saham-saham bluechips syariah juga berhasil ditutup menguat.
Daftar top gainer indeks JII kali ini dihuni oleh AALI yang menguat Rp 725. Diikuti ICBP Rp 475, UNVR Rp 475, INTP Rp 200, dan LPPF Rp 100 per saham.
Sementara di barisan top losser, bercokol saham keping biru syariah JSMR yang turun Rp 400. Disusul emiten SMGR Rp 125, AKRA Rp 50, ASII Rp 500, dam SILO Rp 25 per saham.
Dengan kondisi regional yang relatif aman dan masih adanya aksi beli asing, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan dengan menguat 26,333 poin (0,56%) ke level 4.740,726.
Dari pasar keuangan, kurs rupiah terus bergerak menguat. Meski sempat melemah, kurs rupiah sore ini menguat 101 poin (0,75%) menjadi 13.382 per dolar AS.
Advertisement
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI


5 Kebiasaan Setelah Makan Malam yang Bisa Membantu Menjaga Gula Darah Semalaman

8 Kombinasi Makanan yang Bisa Membantu Tubuh Menyerap Lebih Banyak Nutrisi

5 Negara Paling Beragam Secara Etnis di Dunia, Nomor 1 Punya Lebih dari 800 Bahasa

8 Kebiasaan yang Diam-Diam Bisa Merusak Kesehatan Jantung Menurut Ahli



Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya