Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Menteri BUMN, Rini Soemarno, Mencoba Kereta Bandara Soekarno-Hatta. (Foto: Dream.co.id/Ilman Nafian)
Dream - Lama dinantikan, akhirnya kereta Bandara Internasional Soekarno-Hatta untuk pertama kalinya mulai beroperasi. Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno, berkesempatan mencoba kereta tersebut dari stasiun Sudirman menuju Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta) pada Selasa, 28 November 2017.
Jika tak ada aral melintang, kereta yang dikelola PT Railink itu akan mulai resmi diuji coba pada 1 Desember 2017.
Jurnalis Dream sempat ikut menjajal kereta baru yang dikabarkan mematok tarif seharga Rp100 ribu. Dalam kunjungannya, Rini sempat terlebih dahulu memantau proses penyelesaian pembangunan Stasiun Bandara Soetta.
Perjalanan benar-benar baru dimulai saat Rini membeli tiket kereta bandara di mesin yang sudah tersedia.

Rini masuk ke kereta dan duduk sesuai dengan nomor kursi yang tertera pada tiket. Tak lama berselang, mantan menteri perindustrian dan perdagangan juga melihat beberapa fasilitas kereta dan mengunjungi ruang masinis.
" Tadi kita sama-sama sudah mencoba kereta bandara,” kata Rini di Stasiun Sudirman Baru, Jakarta, Selasa 28 November 2017.
Baru pertama kali meluncur, Rini hanya menjajal kereta dengan menempuh jarak 12 kilometer. Kereta berangkat dari Stasiun Batuceper ke Stasiun Bandara Soetta.
Ya, jarak tempuh yang dilayani kereta bandara untuk rute Manggarai-Bandara Soetta ini sepanjang 36,3 kilometer. Jalur ini terdiri dari Manggarai-Batuceper sepanjang 24,2 km dan Batuceper-Soekarno-Hatta 12,1 km.

Rini berkata kereta bandara ini merupakan sinergi BUMN, yaitu PT Kereta Api Indonesia (Persero)/KAI, PT LEN, PT INKA, dan beberapa perusahaan BUMN lainnya. Joint venture KAI dan PT Angkasa Pura II (Persero), PT Railink, menjadi operator Kereta Bandara Soekarno-Hatta.
Rini juga memuji sistem persinyalan yang dibuat oleh LEN untuk kereta bandara. “ Untuk sinyalnya, tadi sudah bagus, ya, yang dibuat oleh LEN,” kata dia.
(Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya