Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Sri Mulyani Dan Cucu (Instagram @smindrawati)
Dream - Sri Mulyani harus bekerja keras selama masa pandemi virus corona, bahkan harus berfikir keras 24 jam dalam sehari selama satu minggu. Jarang libur. Maklum, selain mengancam jiwa, virus corona juga membuat ekonomi banyak negara rontok.
Saking sibuknya mengurus keuangan negara yang tengah menghadapi tantang berat, hampir-hampir tak ada waktu istirahat. Menteri Keuangan itu bahkan secara khusus meminta kepada Sekretaris Jenderal kementerian Keuangan untuk beristirahat.
" Saya kadang minta ke Pushaka (Sekjen), saya bisa tidak setengah hari di Sabtu ini jangan diganggu. Saya hanya ingin duduk, kosongkan pikiran dan berdiam," ujar Sri Mulyani, dikutip dari Merdeka.com, Jumat 19 Juni 2020.
Sri Mulyani tidak akan kemana-mana. Dia hanya minta waktu setengah hari untuk bersama sang cucu yang sudah semakin jarang ditemui. " Saya bisa enggak setengah hari di Sabtu ini (bekerjanya) saya ingin ketemu cucu saya.Saya merasakan bekerja tujuh hari 24 jam penuh," sambung mantan Direktur Bank Dunia itu.
Semenjak pandemi virus corona, kata Sri Mulyani, pemerintah harus bekerja ekstra dibandingkan dengan kondisi normal. Mereka memang bekerja dari rumah, namun tetap saja harus menyiapkan berbagai strategi ekonomi dengan melakukan berbagai rapat.
" Karena orang menganggap kalau dari satu meeting ke meeting lain enggak perlu travelling time, cuma pindah dari satu zoom to another zoom, padahal di Kemenkeu harus menyediakan bahan karena ada konsekuensi keuangan negara," jelas dia.
View this post on Instagram
Saat ini, imbuh dia, Anggaran Penerimaan dan Belanja Negara (APBN) menghadapi tantangan yang sangat berat. Salah satunya defisit yang mendekati 1,76 persen.
" APBN berubah luar biasa, bayangkan 2020 tadinya kita ini berharap APBN itu primary balance mendekati 0, sudah mulai sangat sehat di mana penerimaan dan belanja sudah mulai mendekat dan memiliki defisit hanya 1,76 persen dengan keseimbangan primer mendekati 0," jelasnya.
Peningkatan defisit itu tak lain disebabkan penggelontoran dana penanganan Covid-19 hingga Rp700 triliun. " Artinya keuangan negara mengalami tekanan sangat berat," ujar Sri Mulyani.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya