Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Facebook Didenda Di Korea Selatan (Foto: Shutterstock)
Dream - Facebook tengah dihantam masalah. Skandal kebocoran data pengguna belum usai, raksasa sosial media itu dihantam kabar buruk baru.
Perusahaan milik miliarder Mark Zuckerberg itu didenda 396 juta won, setara Rp5 miliar, oleh Komisi Komunikasi Korea Selatan.
Facebook dituding memperlambat akses pengguna secara ilegal pada akhir 2016 hingga 2017. Koneksi Facebook menjadi 4,5 kali lebih lambat bagi sebagian pengguna di Korea Selatan pada jam-jam sore hari.
Perlambatan koneksi Facebook itu, menurut laporan ABC News, dapat terjadi karena pengguna internet di Korea Selatan memakai routing layanan jaringan di Hong Kong dan Amerika Serikat ketimbang jaringan lokal.
Pihak Facebook tidak memberitahukan lambatnya koneksi kepada pengguna. Yang terjadi, penyedia layanan internet menjadi target keluhan pelanggan.
" Facebook tidak secara aktif memeriksa keluhan-keluhan dari penyedia layanan telekomunikasi lokal bahwa ada pengguna yang mengeluh tentang koneksi lebih lambat," ucap Komisi Komunikasi Korea dalam pernyataannya.
Kasus ini diselidiki sejak Maret 2017. Saat kasus ini mulai terkuak, Facebook mengembalikan routing jaringannya ke posisi semula pada sekitar Oktober dan November 2017.
Meski begitu, Facebook tetap saja didenda karena melanggar aturan perihal membatasi akses pelayanannya tanpa alasan yang jelas.
Facebook mengaku kecewa pada keputusan denda itu. Juru bicara Facebook mengatakan media sosial milik Mark Zuckerberg telah optimal dalam memberikan layanan.
" Kami kecewa dengan keputusan Komisi Komunikasi Korea. Kami berusaha untuk memberikan performa optimal untuk semua pengguna dan akan terus bekerja dengan penyedia layanan internet Korea," ucap juru bicara tersebut.
(Beq/Sah/Sumber: Liputan6.com/Tommy Kurnia)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya