Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
Dream - Rencana pertemuan ulama tiga negara membahas upaya menciptakan perdamaian di Afghanistan tidak dapat digelar sesuai jadwal. Penyebabnya, ulama Taliban menyatakan tidak bersedia hadir dalam pertemuan melibatkan Indonesia, Afghanistan, serta Pakistan tersebut.
“ Kita sudah komunikasi, tapi hasilnya tak perlu saya sampaikan,” ujar Wakil Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Luar Negeri Zaitun Rasmin, Selasa, 20 Maret 2018.
Dilaporkan Anadolu Agency, Zaitun menuturkan MUI akan terus melakukan pendekatan kepada ulama-ulama Taliban agar mau menghadiri pertemuan demi terciptanya perdamaian di Afghanistan.
Zaitun mengatakan tidak ingin terburu-buru meminta kehadiran Taliban. Rencana pertemuan itu akan diundur hingga para ulama Taliban siap hadir.
“ Kita tidak mau pertemuan ini hanya formalitas saja. Kita ingin hasil terbaik,” kata Zaitun.
Zaitun menegaskan posisi Indonesia dalam pertemuan ini hanya sebagai juru damai. Tidak ada kepentingan politik yang dibawa Indonesia dalam pertemuan tersebut.
“ Kita tidak mempunyai kepentingan apa-apa di Afghanistan,” ujar Zaitun.
Selanjutnya, kata Zaitun, perwakilan dari Indonesia siap hadir ke Pakistan untuk berdialog. Mereka juga siap meyakinkan Taliban terkait pentingnya pertemuan tiga ulama negara.
“ Itu menjadi salah satu opsi. Tapi kita masih menunggu proses sementara berlangsung,” kata Zaitun.
Seperti diketahui, Indonesia akan menjadi tuan rumah pertemuan ulama tiga negara tersebut. Dijadwalkan 45 ulama yang akan hadir. Masing-masing negara mengikutsertakan 15 ulama.
Rencananya, pertemuan digelar akhir Maret di Istana Bogor. Tetapi, Indonesia masih menunggu kesiapan dari para ulama Taliban yang sebagian besar berada di Pakistan.
(Beq/Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya