Cara Menyiapkan Mental Sebelum Melakukan Downsizing atau Downgrading, Hal Apa yang Harus Jadi Prioritas?
5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Jamuan Makan Siang Delegasi Arab Saudi Di Gedung Putih (Foto: Saudi Gazette)
Dream - Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman menggelar makan siang di Ruang Kabinet, Gedung Putih, Amerika Serikat, Selasa, 20 Maret 2018.
Dilaporkan Arab News, dalam jamuan tersebut pihak Gedung Putih menyajikan menu khusus untuk sang calon raja Saudi.
Sebagai makanan pembuka, Pangeran Muhammed mendapat hidangan berupa sup wortel dengan bunga jeruk disertai keju feta dan sejenis roti yang ditaburi kucai.
Masuk ke hidangan utama, pihak Gedung Putih menyajikan sajian sederhana berupa filet ikan halibut dengan kembang kol Swiss yang dipanggang dan disajikan dengan sumac hancur dengan siraman mentega mint.
Kedua pemimpin menutup hidangan makan siang itu dengan kue tart buah fig dan es krim wijen.

Gaya makanan sehat yang disajikan di Gedung Putih ternyata berbarengan dengan ajakan konsumsi makanan sehat bagi warga Saudi.
Menurut riset, warga Negara Petro Dollar itu disebut memiliki risiko tinggi obesitas. Kementerian Kesehatan Arab Saudi kini menyosialisakan gerakan diet.
Sosialisasi ini direspon warga Saudi. Keinginan menjadi vegetarian dan konsumsi makanan sehat meningkat.
Pendiri dan CEO Honest Leena Babsail mengatakan mulai mengenalkan produk makanan yang tak mengandung bahan kimia buatan. Babsail mengatakan konsumsi produk semacam itu merupakan tindakan yang berbahaya, terutama ketika datang ke anak-anak.
" Kesalahpahaman mengonsumsi makanan tak sehat mulai mengemuka pada masyarakat sejak 1980-an. Saya rasa kita perlu berpikir bahwa konsumsi 1.000 kalori makanan natural lebih baik ketimbang konsumsi 200 kalori jajanan yang mengandung lemak jenuh," kata Babsail.
Spesialis nutrisi dan obesitas Vivian Webe percaya konsumsi daging yang tinggi dapat menyebabkan kenaikan berat badan secara cepat.

" Kami merekomendasikan bahwa mereka yang memiliki kadar kolesterol dan tekanan darah tinggi, menghindari daging merah dan putih dan makan lebih banyak sayuran," ucap Webe.
Sementara itu, manajer proyek di Jeddah Duaa Badr mengatakan dia berubah menjadi vegan setelah konsumsi junk food berlebih. Tetapi, kata dia, menjadi vegetarian di Arab Saudi tidak mudah dilakukan.
“ Situasi ideal yaitu memasak di rumah, tapi itu tidak selalu bisa dicapai, karena saya tidak punya cukup waktu untuk itu," ucap Badr.
(Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia


5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang