Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
Dream - Organisasi American Civil Liberties Union (ACLU) cabang Kansas mengajukan gugatan mewakili insinyur Malaysia, Munir Zainal. Munir mengalami kasus pelecehan rasial oleh beberapa anggota Serikat Pekerja Boeing (SBEA) dengan menuduhnya mengibarkan bendera ISIS.
" Tindakan melecehkan ras itu berlebihan dan terjadi diskriminasi agama yang mencolok," tulis ACLU, dikutip Dream dari The Star, Selasa, 20 Maret 2018.
Bendera yang dimaksud adalah Bendera Malaysia. Si Jalur Gemilang dikibarkan Munir saat perayaan Idul Adha di danau rekreasi milik SBEA di Wichita, Kansas, pada September 2017.
“ Pada 2 September 2017, Munir menyelenggarakan pesta untuk merayakan Idul Adha,” kata ACLU dalam gugatannya.
" Setelah pesta tersebut, SBEA melaporkan Munir ke Spirit Aerosystems karena khawatir berafiliasi dengan terorisme radikal dan menuduh bahwa dia telah menggunakan danau SBEA untuk mengadakan pertemuan ISIS."
" SBEA menuduh Munir dan tamunya memiliki bendera Amerika yang telah 'diubah menjadi lambang ISIS' dan mengenakan baju Muslim," kata keterangan tertulis itu.
Perusahaan tempat Munir bekerja, Spirit Aerosystems, kemudian mengajukan keluhan kepada Biro Investigasi Federal (FBI). Investigasi tersebut dijalankan pada Oktober 2017.
ACLU mengatakan gugatan kepada SBEA itu dilayangkan karena tindakan rasial dan diskriminasi agama terhadap Munir. Sebab, kata ACLU ancaman itu telah membuat Munir tertekan.
" Dia prihatin bahwa penyelidikan dapat mempengaruhi status penduduk tetapnya yang sah dan merasa tertekan dan penghinaan berdasarkan etnis, ras dan agama," tulis ACLU.
Munir telah tinggal bersama istri dan dua anaknya di Wichita sejak 2011. Munir memperoleh gelar master di bidang Aerospace Engineering dari Wichita State University dan menyelesaikan program studi kerja di National Institute for Aviation Research.
(Beq)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya