Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
PM Malaysia Najib Rajab Selfie Dengan Presiden Joko Widodo
Dream - Kurs ringgit Malaysia boleh saja jatuh lebih dalam dibandingkan rupiah. Namun, lembaga pemeringkat internasional, Standard & Poor's (S&P) justru lebih khawatir pada kondisi Indonesia.
Terkena imbas dari gonjang-ganjing politik Malaysia, S&P justru menyebut Indonesia akan menghadapi gelombang arus balik dana asing besar-besaran.
" Indonesia lebih rentan terhadap perpindahan arus masuk dan keluar dana asing. Kami khawatir dengan cadangan devisa Indonesia," kata Director of Sovereign Rating S&P di Singapura, Kyran Curry seperti dikutip dari laman Bloomberg, Senin, 7 September 2015.
S&P menilai pasar modal Malaysia relatif lebih dalam dibandingkan Indonesia. Korporasi dan bank di Malaysia dianggap tak terlalu bergantung pada dana asing untuk terus bertumbuh.
Cadangan devisa Indonesia hingga akhir Juli 2015 telah berkurang 7 persen. Meski lebih rendah dari Malaysia, Curry mengaku khawatir otoritas moneter di Indonesia telah menguras habis dananya untuk menstabilkan nilai mata uang rupiah.
Pemerintah Indonesia telah melakukan beragam upaya untuk menekan pelemahan rupiah dan surat utang negara. Perusahaan pemerintah bahkan diperintahkan untuk melakukan aksi buy back untuk mencegah turunnya harga saham.
" Pemerintah memang telah berbuar sesuatu dan bank sentral bekerja keras memperluas pasar domestik, namun itu membutuhkan waktu panjang untuk berkembang," kata Curry.
Bloomberg mencetat dana asing senilai US$ 467 juta telah ditarik dari Indonesia pada tahun ini. Tahun lalu, asing telah menggelontorkan dana hingga US$ 3,8 miliar.
" Malaysia memang tak pernah mengalami serbuan dana asing seperti Indonesia dalam beberapa tahun terakhir ini," katanya. (Ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya