Selasa, 20 Oktober 2026 Cari

Dibantu Global, Indeks Syariah Mengayun Positif

Reporter : Syahid Latif
Rabu, 11 Februari 2015 09:40
Dibantu Global, Indeks Syariah Mengayun Positif
IHSG melaju positif di sesi pembukaan dengan kenaikan 16,370 poin (0,31%) ke level 5.337,844.

Dream - Indeks saham acuan Bursa Efek Indonesia (BEI) mengayun kembali ke zona hijau. Sentimen global berupa penguatan bursa Wall Street dimanfaatkan pelaku pasar untuk menggelar aksi beli.

Penguatan ini sekaligus yang pertama dicapai indeks di pekan kedua Februari 2015.

Pada pembukaan perdagangan BEI, Jakarta, Rabu, 11 Februari 2015, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) menguat 0,491 poin ke level 171,813.

Hingga 30 menit waktu perdagangan, ISSI masih bertahan di zona hijau dengan menguat 0,289 poin (0,17%) ke level 171,611.

Sebanyak 5,81 miliar saham syariah ditransaksikan pelaku pasar dengan dana bergulir hingga Rp 720,74 miliar.

Aksi beli pemodal mendrong 64 emiten syariah menanjak ke zona hijau. Sementara 54 lainnya masih tertekan aksi jual dan 51 emiten ISSI memilih stagnan.

Pembukaan di zona hijau juga dialami indeks saham bluechips syariah. Jakarta Islamic Index (JII) membuka awal sesi dengan menguat 2,601 poin ke level 709,611.

Indeks berisi 30 emiten unggulan ini juga masih terus menanjak dengan kenaikan 1,135 poin (0,16%) ke level 708,145.

Hampir separuh penghuni JII, atau sebanyak 14 emiten telah menyentuh teritori positif. Namun 10 emiten lainnya masih terus tertekan dan 6 emiten bergerak stagnan.

Di awal sesi ini, pemodal telah mentransaksikan 1,83 miliar saham dengan dana dikucurkan sebesar Rp 523 miliar.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang kemarin tertekan juga mulai kembali ke zona hijau. Masih bertahan di level 5.300, IHSG pagi ini dibuka menguat 15,183 poin (0,29%) ke level 5.336,657.

IHSG masih terus melaju positif di sesi pembukaan dengan kenaikan 16,370 poin (0,31%) ke level 5.337,844.

Hingga saat ini lantai bursa telah dipenuhi aksi jual beli bernilai Rp 1 triliun dari perpindahantangan 10,43 miliar saham.

Investor asing masih terus melakukan aksi beli dengan nett buy tipis Rp 20 miliar.

Beri Komentar