Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Presiden Jokowi Saat Meninjau Pabrik Proton Malaysia ( ANTARA FOTO/Udden Abdul)
Dream - Produsen mobil asal Malaysia, Proton Holding Bhd, ternyata telah memiliki rencana matang masuk pasar Indonesia. Tujuan akhirnya adalah menjadikan Proton sebagai produk asli Indonesia.
Rencana itu diungkapkan mantan Perdana Menteri Malaysia sekaligus Chairman Proton Holding Bhd, Mahathir Mohamad.
" Saya banyak berbicara dengan Presiden Widodo dan tampaknya dia cukup puas dengan apa yang dilihat dan dialaminya," klaim Mahathir seperti dikutip Dream dari laman Malaysianinsider, Rabu, 11 Februari 2015.
Mahathir mengakui, perusahaan memang harus terlebih dahulu memodifikasi produk kendaraannya agar bisa sesuai pasar Indonesia.
Namun yang pasti, untuk tahap awal Proton siap mengekspor mobil buatan Malaysia ke pasar Indonesia.
Tahap berikutnya, Proton berharap bisa merakit mobil di Indonesia. Pada proses lebih jauh, Proton ingin memproduksi bagian kendaraan di negara ini. " Jadi suatu saat mobil ini bisa menjadi kendaraan asli Indonesia," jelasnya.
Mahathir mengklaim, Proton pada awalnya memang hanya memiliki kandungan lokal sebesar 18 persen. Kini, perusahaan otomotif Negeri Jiran ini mengaku sudah mulai terlibat dalam proses pembuatan, mendesain, dan memproduksi prototip yang sudah memenuhi standar otomotif internasional.
Disinggung kemungkinan perusahaan kerjasama Proton dan PT Adiperkasa Citra Lestari bisa membuat mobil ASEAN, Mahathir mengatakan, " Tapi untuk ini, kita harus mendapat persetujuan dari semua negara Asean, termasuk membuka investasi kepada mereka untuk menjadi pemegang saham kendaraan itu." (Ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya