Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi
Dream - Sentimen negatif dari bursa global kembali menekan laju indeks bursa saham nasional. Namun Indeks acuan saham syariah untuk sementara berhasil menahan laju pelemahan akhir pekan lalu.
Pelaku pasar kini berhati-hati dengan akan munculnya data perekonomian terbaru dari Badan Pusat Statistik (BPS).
Pada pembukaan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin, 1 Juni 2015, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) 0,148 poin ke level 167,214.
Laju ISSI bergerak naik turun di awal sesi. Hingga 18 menit waktu perdagangan, ISSI menguat 0,290 poin (0,17%) ke level 167,356. Namun, ISSI juga sempat terpeleset ke level terendah 166,882.
Sebanyak 61 emiten telah melaju di zona positif pada Harpitnas kali ini. Sebaliknya, 50 emiten syariah tertekan aksi jual dan 37 lainnya bertahan stagnan.
Kenaikan tipis juga dicetak indeks saham bluechips syariah, Jakarta Islamic Index. Dibuak menguat 0,635 poin, JII memulai awal pekan di level 698,704.
Sama dengan ISSI, laju JII juga masih fluktuatif. JII saat ini sudah menguat 1,594 poin (0,23%) ke level 699,663.
Laju positif tak mampu dicetak Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang melemah 4,245 poin (0,08%) ke level 5.212,134 di sesi prapembukaan.
IHSG kembali merosot 9,006 poin (0,17%) di sesi pembukaan ke level 5.207,980. Besarnya tekanan yang diterima pasar modal nasional membuat IHSG masih terpuruk di zona merah.
Lantai bursa awal pekan ini masih sepi transaksi dengan hanya mencetak nilai Rp 468,09 miliar.
Dari pasar keuangan, rupiah juga masih bergerak naik turun. Kurs Rupiah saat ini menguat 17 poin (0,13%) menjadi 13.207 per dolar AS.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya