Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Pria, Sasaran Baru Perusahaan Fesyen Uniqlo (Businessinsider.com)
Dream - Semua negara ingin mengambil alih peran Amerika Serikat (AS) sebagai pemimpin ekonomi dunia. Beragam cara ditempuh. Namun tak semuanya berhasil. Sebuah perusahaan jepang pun punya cara tak lazim.
Raksasa pakaian Jepang Uniqlo memiliki rencana yang unik untuk mengambil alih Amerika Serikat. Memiliki 1.500 toko yang tersebar di seluruh dunia itu, Uniqlo berusaha keras menarik kaum pria untuk menjadi pembeli setianya.
Sudah menjadi pengetahuan umum jika pasar pria jarang dilirik para pebisnis fesyen. Konsumen wanita dianggap lebih menarik karena cenderung berbelanja lebih sering dan mencari desain trendi.
" Kami membidik pria bukan sebagai bisnis sekunder, tetapi primer," kata Steven Sare dari Uniqlo kepada Business Insider, seperti dikutip Dream, Minggu, 31 Mei 2015 .
Setelah berhasil menguasai Asia, Stephen sedang mengejar pasar Negara Barat. Kini hampir 40 toko di AS telah berdiri. Angka itu bisa jadi akan membengkak menjadi 1.000 toko.
Stephen mengatakan bahwa setengah dari pelanggan Uniqlo ini adalah pria. Keunggulan terbesarnya mengingat pesaingnya cenderung memiliki lebih banyak pelanggan wanita.
Berikut adalah beberapa alasan mengapa pria suka belanja di Uniqlo.
Tidak Trendi
Uniqlo didirikan pertama kali di Hiroshima, Jepang di pertengahan tahun 1980-an sebagai produsen pakaian unisex. Akibatnya, banyak desain Uniqlo yang terkesan simpel dan klasik.
Tadashi Yanai, pendiri Uniqlo, konon melakukan penelitian dan memakai model bisnis Gap. Jika produsen pakaian Amerika berusaha memasarkan pakaian trendi, Uniqlo tetap pada desain dasar.
" Pakaian di Uniqlo desainnya sangat dasar dan Anda tidak perlu menjadi fashionista untuk mencari tahu bagaimana memakainya," kata Laura Gurski, partner Retail Practice di perusahaan konsultasi A.T. Kearney.
" Pria menyukai hal simpel karena mereka bisa memadupadankan dengan lainnya secara mudah."
Uniqlo menawarkan kemeja pria dengan desain sama dalam puluhan warna yang berbeda untuk menyederhanakan pria memilihnya, kata Sare.
Menjaga Performa
Banyak perusahaan pakaian olah raga mengklaim produk mereka menyerap keringat, dingin, atau tahan panas.
Tapi Uniqlo adalah perusahaan pertama yang memasarkan pakaian berkualitas yang mendongkrak performa pemakainya.
Uniqlo menjual celana kerja yang dijamin mampu menjaga pemakainya tetap merasa dingin. Perusahaan ini juga menjual polo dengan teknologi yang membuat keringat cepat mengering sehingga pakaian tersebut terasa halus, kering, dan nyaman.
Pria sering tergoda untuk membeli jenis pakaian seperti itu karena praktis dan memecahkan masalah, menurut Sare.
" Memiliki produk dengan nilai dan fungsi adalah sesuatu yang menarik bagi pria di atas fashion," katanya.
" Banyak pria menghabiskan masa remaja dan usia 20-an mereka dalam pakaian olahraga, sehingga Uniqlo sangat akrab bagi mereka," kata Gurski.
Keseimbangan
Strategi utama Uniqlo untuk menjaga loyalitas adalah memasarkan produk berkualitas tinggi tapi dengan harga murah.
Pakaian bermerek murah menjadi terkenal di Jepang selama krisis ekonomi di awal 90-an.
" Harga kami luar biasa, di samping berkualitas," kata Sare. " Pria tertarik dengan harga yang murah, karena mereka lebih peduli kepraktisan daripada fashion saat berbelanja."
Sesuai dengan Keinginan Pria
Departemen riset dan pengembangan Uniqlo tidak henti-hentinya bekerja agar pakaian atau celana yang dihasilkan selalu terlihat pas bagi pemakainya, kata Gurski.
" Produk Uniqlo seringkali terasa pas daripada produk kompetitor. Karena kami selalu melakukan riset menyeluruh terhadap apa yang paling diinginkan pria," katanya.
" Kami menyadari bahwa konsumen pria kami tidak ingin memakai pakaian yang terlihat seperti sebuah kotak, mereka ingin pakaian yang pas di badan." (Ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya