7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Dream - Setelah terus menguat sejak perdagangan perdana usai libur lebaran, indeks syariah akhirnya harus menyerah. Aksi ambil untung investor menyeret Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) dan Jakarta Islamic Index (JII) ditutup melemah.
Kedua indeks acuan saham syariah ini bahkan terus bergerak melemah sepanjang perdagangan. Aksi beli asing yang selama ini menjadi amunisi penggerak bursa juga sudah mulai menipis.
Pada penutupan perdagangan harian Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Kamis,14 Juli 2016, indeks ISSI terjun bebas 2,077 poin (1,22%) ke level 167,932.
Indeks bluechips syariah, JII, juga terpangkas 14,235 poin (1,99%) ke level 700,156.
Laju ISSI sejak awal perdagangan memang kurang meyakinkan. Dibuka melemah di level 169,287, ISSI bergerak fluktuatif di zona merah. ISSI sempat jatuh ke level terendah di 167,668.
Transaksi perdagangan saham syariah memang relatif tinggi dengan 34,57 miliar saham berpindahtangan. Nilai transaksi mencapai Rp 4,53 triliun.
Namun nilai transaksi tersebut tampaknya lebih banyak digunakan untuk melepas saham terlihat dari 109 emiten ISSI yang bergerak melemah. Hanya 86 emiten penghuni ISSI yang berhasi ditutup menguat dan 51 lainnya bertahan stagnan.
Di jajaran bluechips syariah, bahkan hanya 2 emiten saja yang ditutup menguat.
Seluruh indeks sektoral saham bahkan kompak bergerak turun. Koreksi terdalam dialami emten industri aneka yang turun 1,96 persen. Diikuti infrastruktur 1,64 persen, dan manufaktur 1,07 persen.
Dua emiten keping biru syariah yang berhasil ditutup menguat itu adalah WSKT yang naik Rp 140. Serta ADRO yang menanjak Rp 15 per saham.
Di jajaran top losser, koresi harga saham terbesar dialam emiten UNVR yang turun Rp 650. Diikuti UNTR Rp 550, LPPF Rp 450, ICBP Rp 350, dan PTBA Rp 325 per saham.
Dari pasar keuangan, kurs rupiah meski sempat bergerak melemah, berhasil ditutup menguat. Sore ini rupiah naik 24 poin (0,18%) menjadi 13.051 per dolar AS.
Advertisement
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?