Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Penjualan Kurma Biasnya Naik Sepanjang Ramadan
Dream - Ramadan menjadi bulan berat bagi pemerintah negara muslim dalam mengawal harga kebutuhan pokok. Uni Emirat Arab (UEA) bahkan sampai mewajibkan supermarket memajang daftar rinci harga 3.500 barang.
Kebijakan ini dibuat Kementerian Perekonomian UEA bekerjasama dengan koperasi dan hipermarket di seluruh UEA untuk mengambil langkah-langkah penyesuaian harga sekitar 3.500 barang kebutuhan pokok. Jumlah tersebut mengalami peningkatan dari 500 komoditas pada periode yang sama tahun 2014 lalu.
Mengutip laman Emirates, Kamis, 18 Juni 2015, semua toko dan hipermarket diwajibkan menampilkan daftar rinci semua 3.500 barang kebutuhan pokok yang mengalami penyesuaian lengkap dengan harga tetapnya.
Harga tersebut harus tercantum di rak toko dengan penunjuk yang jelas sehingga memudahkan pelanggan berbelanja.
Kementerian juga menginstruksikan koperasi dan hipermarket untuk menginstal scanner barcode, yang akan memudahkan pelanggan untuk mengetahui harga barang sebelum menuju ke kasir.
Direktur Direktorat Perlindungan Konsumen Dubai, Dr Hasyim Al Nuaimi mengklaim koperasi dan hipermarket telah sepakat untuk mendukung penurunan harga komoditas penting selama bulan suci Ramadhan. Koperasi dan hipermarket bahkan akan mulai menggelar diskon musiman dan penawaran menarik menjelang Ramadhan.
Selain 3.500 barang kebutuhan pokok, kementerian juga memasukkan sekitar 4.700 komoditas lainnya dalam skema ini. Beberapa komoditas penting akan ditawarkan dengan harga diskon hingga 70 persen. Nilai dari inisiatif ini diperkirakan 200 juta dirham atau Rp 726 miliar.
Pejabat dari kementerian juga mengadakan pertemuan dengan perwakilan dari hipermarket besar, gerai ritel dan koperasi di UEA, serta pedagang sayur dan buah di Abu Dhabi dan Dubai, untuk memastikan bahwa pasokan bahan pokok tetap aman untuk memenuhi lonjakan permintaan selama bulan Ramadhan.
Al Nuaimi menambahkan bahwa kementerian telah meminta pemasok untuk meningkatkan impor buah dan sayuran sebesar 30 persen untuk menjamin terpenuhinya permintaan serta juga untuk memastikan bahwa harga tetap konstan.
Dia mengatakan impor harian sayuran dan buah-buahan di pasar Dubai saja selama Bulan Ramadhan diperkirakan akan mencapai 16.000 ton, sementara pedagang di Abu Dhabi akan mengimpor lebih 3.500 ton.
Dalam upaya untuk meningkatkan kesadaran dan pengetahuan tentang hak-hak konsumen, di setiap koperasi dan hipermarket akan dipasang layar informasi dan nomor kontak untuk menyampaikan keluhan ke kementerian.
Kementerian juga telah memperpanjang jam kerja pusat layanan selama Ramadan dari jam 8 pagi sampai jam 12 malam.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya