Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Menteri BUMN Saat Mengunjungi Bio Farma (Liputan6.com)
Dream - Dua perusahaan pelat merah diusulkan mendapat suntikan modal dengan total Rp1 triliun untuk membangun pabrik masker. Kedua BUMN tersebut adalah PT Bio Farma (Persero) dan PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI).
Usulan Penyertaan Modal Negara (PMN) kepada dua BUMN itu sudah disampaikan Menteri BUMN Erick Thohir dalam rapat kerja dengan Komisi VI DPR, Kamis, 3 Agustus 2020.
" Kami tadi mengharapkan ada tambahan PMN untuk Bio Farma dan RNI, (jumlahnya) belum tahu, nanti, kan ini buat anggaran tahun depan," ujar Erick saat ditemui usai rapat.
Erick menjelaskan modal dari pemerintah rencananya akan digunakan Bio Farma untuk pembangunan pabrik bahan baku masker. Dengan keberadaan pabrik diharapkan Indonesia bisa mengurangi ketergantungan impor.
" Bio Farma ini, anggarannya, kita pakai masker itu kan bahan di dalamnya kan masih impor," jelasnya.
Sementara itu Wakil Menteri BUMN Budi Gunadi Sadikin menambahkan, selain RNI dan Bio Farma, pemerintah juga mengusulkan suntikan modal untuk BUMN rumah sakit yang tidak disebutkan namanya. Masing-masing dari perusahaan ini akan mendapat anggaran Rp 1 triliun.
" Bio Farma Rp 1 triliun, hospital Rp 1 triliun, RNI Rp 1 triliun," ujarnya.
RNI rencananya akan menggunakan alokasi anggaran itu untuk mendukung program sawah, pangan serta perikanan. RNI akan membangun banyak warehouse, cold storage serta pabrik es untuk memperbaiki fasilitas logistik.
" Kalau Bio Farma buat bikin pabrik vaksin, rumah sakit kita bikin ICU sama alat-alat PCR test untuk Covid-19," kata Budi.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya