Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Bursa Efek Indonesia (sumber: Http://ANTARAfoto.com)
Dream - Aksi jual saham kembali terjadi usai libur panjang HUT Kemerdeakaan Indonesia. Indeks saham acuan syariah yang ditutup menguat akhir pekan lalu kembali masuk zona merah.
Pada pembukaan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa, 18 Agustus 2015, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) melemah 0,487 poin ke level 145,393.
Hingga 38 menit waktu perdagangan, ISSI belum berhasil menembus zona hijau. ISSI justru makin melemah 1,365 poin (0,94%) ke level 144,515.
Aksi jual investor mendorong 82 emiten syariah luruh ke zona negatif. Sebaliknya, 37 lainnya masih menikmati aksi belanj ainvestor dan 33 lainnya bertahan stagnan.
Di awal pekan ini investor sudah menggelontorkan dana sekitar Rp 461 miliar dengan 5,2 miliar saham yang berpindahtangan.
Tekanan jual juga melanda indeks saham bluechips syariah. Dibuka melemah 2,96 poin, Jakarta Islamic Index (JII) memulai awal pekan di level 603,454.
Dominasi koreksi harga saham bluechips syariah memaksa indeks JII masih mendekam di zona merah. Hingga 38 menit perdagangan, indeks JII sudah terpangkas 6,682 poin (1,10%) ke level 599,732.
Tercatat hanya 5 emiten unggulan syariah yang bertengger di zona hijau. Sebaliknya, 23 emiten lainnya terdesak aksi jual dan 2 emiten bertahan stagnan.
Bursa saham Indonesia memang tengah berada dalam tekanan ditandai Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang dibuka melemah. Turun 13,042 poin (0,28%), IHSG membuka sesi prapembukaan di level 4.572,349.
IHSG kembali berkurang 18,987 poin (0,41%) ke level 4.566,404 di sesi pembukaan.
Investor tampaknya mengambil posisi jelang pengumuman tingkat suku bunga acuan BI Rate dan rilis kinerja ekonomi dari LPS.
Sentimen regional yang dibayangi pelemahan juga memaksa investor berhati-hati terjun ke pasar.
Kurs rupiah pagi ini juga belum membawa kabar baik. Rupiah saat ini terkoreksi 18 poin (0,13%) ke level 13.819 per dolar AS.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya