Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Presiden Jokowi
Dream - Presiden Joko Widodo menyebutkan besaran anggaran yang dialokasikan untuk subsidi tahun depan senilai Rp 201,4 triliun. Dana tersebut terbagi untuk subsidi energi sebesar Rp 121,0 triliun dan sisanya untuk subsidi non-energi Rp 80,4 triliun.
Meski masih menyalurkan subsidi energi, pemerintah memastikan akan menata ulang penyaluran subsidi. Langkah ini dijalankan untuk mencegah penyaluran subsidi yang tidak tepat sasaran.
" Dengan begitu, anggaran subsidi diharapkan dapat dialihkan untuk belanja yang lebih produktif, sehingga efisiensi dan kualitas belanja negara dapat ditingkatkan guna mempercepat perwujudan Nawacita," ujar Jokowi dalam pembacaan Rancangan Undang-Undang tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2016 di sidang paripurna DPR RI, Jumat, 14 Agustus 2015.
Di samping itu, Jokowi menjelaskan pemerintah tetap akan mengalokasikan anggaran perlindungan sosial terutama untuk masyarakat tidak mampu. Menurut dia, pemerintah menargetkan peningkatan jumlah penerima program perlindungan sosial.
" Pemerintah juga akan tetap menjadikan program-program perlindungan sosial lainnya seperti Kartu Indonesia Pintar dan Kartu Indonesia Sehat sebagai fokus menyejahterakan rakyat. Bahkan, pemerintah akan berupaya untuk meningkatkan kualitas anggaran melalui beberapa langkah.
Lebih lanjut, Jokowi menerangkan pemerintah meningkatkan cakupan bantuan untuk keluarga sangat miskin hingga enam juta keluarga. Selain itu, penerima bantuan iuran Jaminan Kesehatan Nasional akan ditingkatkan menjadi 92,4 juta jiwa.
Berikut adalah alokasi rancangan anggaran subsidi pemerintah pada tahun 2016:
1. Subsidi BBM, KPG, dan LGV Rp 70,957 triliun
2. Subsdi Listrik: Rp 50 triliun
3. Subsidi Pangan: Rp 20,933 triliun
4. Subsidi pupuk: Rp 30,062 triliun
5. Subsidi benih: Rp 1,023 triliun
6. Subsidi PSO: Rp 3,752 triliun
7. Subsidi bunga kredit program: Rp 16,474 triliun
8. Subsidi pajak ditanggung pemerintah: Rp 8,099 triliun
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya