Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Presiden Jokowi
Dream - Pemerintah berencana mengalokasikan dana sebesar Rp2.121,3 triliun untuk Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2016. Rencana itu disampaikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam pidato atas Rancangan Undang-Undang tntang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RUU APBN) dalam Sidang Paripurna DPR RI.
Jokowi mengatakan penetapan jumlah tersebut didasarkan pada beberapa asumsi antara lain pertumbuhan ekonomi sebesar 5,5 persen, laju inflasi sebesar 4,7 persen, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat sebesar Rp13.400. Selain itu, asumsi suku bunga Surat Perbendaharaan Negara tiga bulan sebesar 5,5 persen, kemudian harga minyak mentah dunia di level 60 dolar AS per barel, serta prediksi kapasitas produksi minyak dan gas bumi dalam negeri tahun 2016 mencapai 1,985 juta barel per hari.
Dalam RAPBN tersebut, Jokowi mengatakan target penerimaan negara ditetapkan sebesar Rp1.848,1 triliun. Dari jumlah tersebut, pemerintah menargetkan pendapatan sektor pajak meningkat 5,1 persen sebesar Rp1.565,8 triliun dibandingkan tahun 2015.
Sementara Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) sebesar Rp280,3 triliun, dan penerimaan hibah sebesar Rp2,0 triliun.
" Dengan penerimaan perpajakan sebesar itu, maka rasio penerimaan perpajakan terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) tahun 2016 mencapai 13,25 persen," ujar Jokowi di hadapan Anggota DPR RI, Jumat, 14 Agustus 2015.
Selanjutnya, terjadi defisit anggaran tahun 2016 diprediksi sebesar Rp273,2 triliun. Besaran defisit ini mencapai 2,1 persen terhadap PDB.
" Defisit RAPBN tahun 2016 tersebut akan dibiayai dengan pembiayaan yang bersumber dari dalam negeri sebesar Rp272,0 triliun dan luar negeri neto sebesar Rp1,2 triliun," ungkap Jokowi.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya